Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Youtube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA – Data Kementerian Kesehatan menunjukkan warga Indonesia menjadi kontributor terbesar unuk kunjungan medis ke luar negeri. Kemenkes menyebutkan total pengeluaran warga Indonesia untuk berobat ke luar negeri mencapai Rp161 triliun per tahun dan 80% adalah kunjungan ke Malaysia.
Menanggapi data tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar Indonesia bisa melakukan pengembangan layanan unggulan berdasarkan spesialisasi penyakit untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia.
“Saya mau RS kita jadi center of excellence. RS Kemenkes itu besar-besar, kalau bisa RS kita jadi pusat pengobatan di Asia, atau dunia. Bikin satu jadi kaya Mayo Clinic, dan semacamnya, intinya harus ke sana. RS harus punya ambisi besar,” kata Menkes pada bincang BLU bersama Kemenkeu, Jumat (19/3/2021).
Utuk bisa seperti itu, rumah sakit di Indonesia harus didorong agar berbasis riset. Dengan demikian, banyak orang yang akan menilai bahwa pelayanan di rumah sakit di Indonesia sudah lebih maju dan menjadi pilihan ketika membutuhkan pengobatan tertentu.
“Seperti Mayo karena dia punya riset medis yang ketat dan bagus orang datang ke sana. Kalau mau perawatan paling advance ya harus ke sana. Kalau bisa di Indonesia disesuaikan dengan penyakit yang prevalensinya tinggi,” ujarnya.
Kemudian, agar bisa berbasis riset, rumah sakit pemerintah diminta agar bisa bekerja sama dengan institusi pendidikan.
“Saya juga dorong setiap RS harus lakukan penelitian medis. Penelitian jangan dipakai hanya untuk pelayanan kesehatan, tapi untuk diberitahukan ke seluruh dunia. Masukan ke jurnal dunia. Ini harus ada budaya untuk punya good clinical practices, termasuk untuk penyakit-penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.