Elon Musk Sebut WhatsApp Tak Dapat Dipercaya, Kenapa?
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Hasil pemeriksaan Genose C19 ini akan keluar dalam waktu sekitar 3 menit. Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan. /KAI
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui mahalnya biaya untuk uji kesehatan Rapid Tes Antigen dan Swab RT-PCR menjadi kendala masyarakat yang harus bepergian di situasi pandemi sehingga terjadi penurunan jumlah penumpang di seluruh moda angkutan. Untuk itu, Kemenhub terus mendorong penerapan layanan GeNose di seluruh moda transportasi umum.
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan tren penurunan penumpang dipengaruhi oleh kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Surat Edaran untuk persyaratan perjalanan orang di antaranya pembatasan kapasitas penumpang serta tes Covid-19 RT Antigen dan PCR. Hal tersebut berpengaruh terhadap minat pergerakan penumpang mengingat biaya RT-PCR untuk persyaratan angkutan udara dan laut yang kurang terjangkau dan masa berlaku hasil tes yang pendek.
"Sebagai tindak lanjut, [salah satunya saat ini] Kemenhub mulai mendorong penggunaan GeNose sebagai tes Covid-19 yang akurat di moda perkeretaapian," kata Adita kepada Bisnis.com, Senin (1/3/2021).
Baca juga: Bantul Ajukan 15.300 Guru dan Tendik untuk Dapat Vaksinasi
Adita menjelaskan, GeNose dipilih karena biayanya yang lebih murah bila dibandingkan metode uji kesehatan Covid-19 lainnya. Hasilnya pun tidak kalah akurat sebagai alat penyaringan (screening) dan tentunya penggunaannya harus didukung karena ini merupakan hasil karya anak bangsa.
"[Pekan lalu] penggunaan GeNose sudah diberlakukan di moda transportasi laut. Sosialisasi di pelabuhan Tanjung Priok oleh Bapak Menhub [Budi Karya], dan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan di moda transportasi udara," ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatatkan tren penurunan penumpang di moda angkutan umum baik laut, udara, dan kereta api pada Januari 2021.
Baca juga: 39.000 Orang di Sektor Pelayanan Publik Terdaftar Menerima Vaksin
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan untuk sektor transportasi udara, jumlah penumpang domestik pada Januari 2021 hanya 2,34 juta orang atau menurun 36,19 persen dibandingkan dengan Desember 2020 (month to month/m-t-m).
Sementara untuk penumpang kereta api, jumlah penumpang pada Januari 2021 hanya 11,9 juta orang atau menurun 11,95 persen dari Desember 2020 (m-t-m). Angkutan laut terjadi penurunan 4,05 persen dari Desember 2020 (m-t-m) atau hanya 1,26 juta orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.