Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Genangan air di areaSimpangLima Semarang akibat hujan derasyang mengguyur Kota Semarang sejak siang, Selasa (23/2/2021)/Bisnis.com-Alif Nazzala Rizqi
Harianjogja.com, JAKARTA - Banjir yang terjadi di sejumlah ruas protokol Kota Semarang, Jawa Tengah, masih menjadi salah satu topik utama pembahasan warganet di media sosial. Kota Semarang masih muncul sebagai topik yang menjadi tren di Twitter pagi ini, Rabu (24/2/2021). Di media sosial tersebut, warganet ramai membahas banjir di Ibu Kota Jawa Tengah itu, termasuk di pusat kotanya yakni kawasan Simpang Lima.
Berdasarkan pantauan JIBI/Bisnis, hujan deras mengguyur Kota Semarang sejak kemarin siang, Selasa (23/2/2021) menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Semarang.
BACA JUGA : Banjir Semarang, BMKG: Peringatan Hujan Lebat di Jateng
Ruas jalan yang terendam di antaranya Jalan Pemuda, Piere Tendean, Sam Poo Kong/ Jalan Simongan, Jalan Gajah Raya dan Genuk. Selain itu di kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Jalan Hasanudin, Madukoro Raya, Jalan Citarum.
Alhasil, lalu lintas tersendat karena air menggenang menahan laju kendaraan. Kondisi itu menyebabkan kendaraan roda dua yang nekat menerjang banjir mengalami mogok.
Selain itu, sejumlah area di kantor pemerintahan juga terkena genangan air. Area parkir di halaman Kantor Balaikota Semarang dan Pemprov Jateng juga tergenang air setinggi paha orang dewasa. Terlihat beberapa motor yang parkir di belakang kantor Gubernur Jateng tergenang air setinggi dua kendaraan.
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengatakan, kondisi di jalan Simpang Lima Kota Semarang tergenang air setinggi 30 - 50 cm membuat arus lalu lintas tersendat.
BACA JUGA : Semarang Terendam Banjir, Polda DIY Siap Kirim Bantuan
"Kami melaporkan dari Jalan Simpang Lima Semarang lalu lintas tersendat karena debit air setinggi 30-50 cm. Untuk jalan Pahlawan menuju ke Polda, dan Jalan Pandanaran menuju Simpang Lima tersendat Sementara," ucapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mencatat, genangan air dengan ketinggian 20 – 75 sentimeter terjadi di Kota Semarang.
“Data yang ada di kami ada 21 lokasi genangan,” jelas Plt. Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Safrudin, Selasa (23/2/2021).
BACA JUGA : Cari Solusi Banjir Semarang, Ini Hasil Pertemuan Menhub
Kepada Bisnis, Safrudin mengungkapkan bahwa ketinggian genangan air bervariasi. Sebagian besar berkisar 20 – 30 centimeter. Namun, di beberapa titik, ketinggian genangan bisa mencapai 50 hingga 75 centimeter. Di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, misalnya, ketinggian air berkisar 25 – 75 centimeter.

Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, 21 titik genangan air tersebut adalah:
Berdasarkan pemantauan Bisnis, hingga pukul 20.30 WIB, genangan masih terjadi di sebagian ruas Jalan K.H.Ahmad Dahlan. Genangan air mencapai ketinggian 5 - 10 centimeter. Genangan juga terjadi di sebagian ruas Jalan Ki Mangunsarkoro. Kendaraan bermotor, khususnya roda dua, banyak yang memilih untuk berbalik arah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.