Raja Juli Bantah Terima Gratifikasi Kasus OTT Bupati Kuansing
Raja Juli Antoni membantah menerima gratifikasi dalam kasus OTT Bupati Kuansing dan menegaskan amplop telah dikembalikan sebelum OTT KPK.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan belum ada strain atau varian baru virus Corona (Covid-19) di Indonesia sejak pengetatan perjalanan internasional pada Desember 2020.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Pada Desember lalu, Indonesia menerapkan larangan kedatangan bagi pelaku perjalanan dari Inggris setelah ditemukan strain virus B117 yang dianggap lebih cepat menyebar dan menular.
“Berdasarkan pemantauan strain yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan Lembaga Eijkman, menggunakan Whole Genome Sequncing, sampai sekarang belum ada strain B117 di Indonesia. Yang ada D614G,” jelas Wiku saat konferensi pers, Kamis (18/2/2021).
Artinya, dengan pengetatan yang sudah dilakukan, pemerintah mampu menghalangi masuknnya strain virus dari Inggris itu ke Indonesia dan bisa membuat penanganan Covid-19 di Indonesia makin sulit.
Adapun, dari aturan pembatasan perjalanan yang sudah dibuat, Wiku menilai sistem pengamatan sistematis atau \'surveilans\' di Indonesia sudah cukup efektif. Dengan begitu, jelasnya, pelaku perjalanan yang membawa keterangan negatif tapi kemudian positif Covid-19 saat dites, bisa tetap terjaring atau dicegah masuk ke Indonesia.
“Ini cara supaya bagaimana pun jangan sampai lolos. Karena kalau ada yang lolos bahaya dan biayanya yang harus dikeluarkan banyak sekali,” kata dia.
Wiku mengungkapkan selama ini yang menjadi tantangan mencegah masuknya strain virus baru dan kasus impor dari luar negeri adalah kerja sama antarnegara terkait perjalanan internasional. Menurutnya, yang terjadi sekarang setiap negara masih memikirkan negaranya masing-masing.
“Kalau sistemnya diharmonisasi akan mempercepat penanganan dan mencegah imported case [kasus impor],” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih menambahkan, harapannya Indonesia bisa cepat menyelesaikan Covid-19 dengan kolaborasi bersama pihak luar negeri.
“Agar semua aturannya sama, masyarakat kita yang ingin kembali di PCR sebelum balik ke Indonesia, lakukan di fasilitas kesehatan yang benar. Kedua menerapkan prokes supaya tidak terjadi kasus impor, jaga jarak, pakai masker selama di pesawat. Setiba di Indonesia, juga harapannya berkenan mengikuti protokol yang ada untuk menceagah Covid-19,” ujarnya.
Selain itu, Benget mengimbau masyarakat agar tak cepat puas bila sudah membawa hasil tes negatif. Karena nyatanya, ada ribuan orang terjaring positif Covid-19 ketika mengikuti pemeriksaan kembali di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Raja Juli Antoni membantah menerima gratifikasi dalam kasus OTT Bupati Kuansing dan menegaskan amplop telah dikembalikan sebelum OTT KPK.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.