Begini Kronologi Cabup Indramayu Nina Agustina Marah dengan Warga
Video Calon Bupati Indramayu nomor urut 3, Nina Agustina yang terlibat perselisihan dengan warga di salah satu desa Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pengumuman gelombang empat calon kepala daerah yang diusung partainya di pilkada 2020, Jumat (28/8/2020)./Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-74 pada hari ini, 23 Januari 2021.
Tagar #DirgahayuBuMega pun menjadi topik terpopuler dengan total lebih dari 8.182 cuitan. Dikutip dari laman kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, berikut ini adalah biografi singkat Sang Presiden ke-5 Indonesia ini:
Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Dia adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati.
Megawati menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU Surendro dan dikaruniai dua anak laki-laki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama.
Dalam suatu tugas militer pada 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro yang menerbangkan pesawat militer hilang dalam tugas.
Tiga tahun kemudian atau pada 1973, Megawati menikah dengan Taufik Kiemas, pria kelahiran Ogan Komiring Ulu, Palembang dan dikaruniai putri yang diberi nama Puan Maharani.
Perempuan bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya di Perguruan Cikini sejak SD hingga SMA.
Kemudiam, dia pernah belajar di dua perguruan tinggi yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).
Megawati pertama kali terjun dalam kancah politik adalah pada tahun 1987 menjadi calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk mendongkrak suara Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Keputusan PDI menggaet Mega memang berhasil. Suara untuk PDI naik dan dia pun terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Pada tahun itu pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat.
Kemudian pada 1993 yakni saat dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI melalui Kongres Luar Biasa dan Musyawarah Nasional sempat menghebohkan pemerintah.
Itulah awal PDI terpecah menjadi dua yakni PDI pimpinan Megawati dan PDI pimpinan Soerjadi. Setelah rezim Orde Baru tumbang, PDI di bawa pimpinan Mega berubah nama menjadi PDI Perjuangan.
Partai politik berlambang banteng gemuk dan bermulut putih itu berhasil memenangkan Pemilu 1999 dengan meraih lebih tiga puluh persen suara.
Namun, baru pada 23 Juli 2001 anggota MPR secara aklamasi menempatkan Megawati duduk sebagai Presiden RI ke-5 menggantikan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Megawati menjadi presiden hingga 20 Oktober 2003 dan pada pemilihan presiden langsung tahun 2004, dia Kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono yang akhirnya menjadi Presiden ke-6 RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Video Calon Bupati Indramayu nomor urut 3, Nina Agustina yang terlibat perselisihan dengan warga di salah satu desa Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.