Tidak Semua Nakes di Jateng Disuntik Sinovac, Ini yang Diutamakan...

Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra Kamis, 07 Januari 2021 23:17 WIB
Tidak Semua Nakes di Jateng Disuntik Sinovac, Ini yang Diutamakan...

Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan tenaga kesehatan atau nakes menjadi prioritas pertama dalam proses vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Meski demikian, tidak semua nakes di Jateng akan menerima vaksinasi tahap pertama jenis Sinovac. Sebab, jatah vaksin Sinovac yang diterima Jateng yang tidak sesuai dengan jumlah nakes. 

Jateng hanya mendapat jatah 62.650 dosis vaksin Sinovac yang telah tiba di Semarang sejak Senin (4/1/2021) dini hari. Jumlah ini masih terbilang minim dan tidak bisa menjangkau seluruh nakes di Jateng yang jumlahnya mencapai 117.784 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, mengatakan untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi nakes, Jateng membutuhkan sekitar 355.568 dosis vaksin.

Namun, hal itu tidak bisa terpenuhi pada proses vaksinasi tahap pertama menyusul jatah vaksin yang masih sangat terbatas.

"Makanya, kami masih menunggu keputusan dari pusat. Nanti apakah vaksinasi itu akan diberikan di daerah yang prioritas atau zona merah seperti Semarang Raya dan Soloraya, atau merata ke seluruh kabupaten/kota," tutur Yulianto kepada wartawan seusai mengikuti rakor penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (6/1/2021).

Yulianto menambahkan nantinya nakes yang mendapat vaksin Sinovac juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Kriteria itu antara lain berusia 18-59 tahun, belum pernah terpapar Covid-19, tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas, dan tidak dalam kondisi hamil atau menyusui.

Selain itu, vaksinasi juga diprioritaskan kepada nakes yang selama ini merawat atau menangani secara langsung Covid-19.

"Jadi kan seluruh nakes itu sudah dapat SMS blast dari Kemenkes. Setelah itu mereka diminta untuk registrasi. Setelah registrasi, akan dilakukan lagi screening oleh faskes yang akan melakukan vaksinasi. Kalau memenuhi kriteria ya disuntik," ujar Yulianto.

Yulianto mengaku belum mengetahui secara pasti kapan vaksin Sinovac tersebut akan didistribusikan ke daerah.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait rencana distribusi vaksin asal China tersebut.

"Ini makanya kita nunggu instruksi pusat. Kami sih sudah bikin rensi [rencana distribusi]. Tapi, kan kemarin ada kabar vaksin tahap pertama ini diutamakan di ibu kota provinsi, atau daerah zona merah, tapi ini menunggu kepastiannya juga," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online