Era AI Makin Canggih, 4 Kemampuan Manusia Ini Tak Boleh Hilang
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Gus Mus/NU Online
Harianjogja.com, JOGJA--Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH. Ahmad Mustofa Bisri mengungkapkan kegelisahannya terhadap fenomena kegaduhan di tengah umat belakangan ini.
Tokoh yang biasa disapa Gus Mus ini menyampaikan pentingnya Amar Ma\'ruf Nahi Munkar yang seyogyanya berlandaskan kasih sayang, bukan berlandaskan kebencian.
Sambil terisak tangis, Gus Mus berpesan kepada para pendakwah agar menghadirkan akhlak yang santun sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad saw. Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara Haul Virtual K.H Achmad Masduqi Mahfudz dalam video yang diunggah di kanal Youtube GusMus Channel.
BACA JUGA : Gus Mus: Pembina Pramuka yang Ajarkan Kafir No Tidak
"Saya mengimbau kepada kiai-kiai muda, jangan sampai tidak berusaha untuk meniru kanjeng Rasul dalam kasih sayangnya kepada umat," kata dia dikutip Suara.com, Selasa (01/12/2020).
Menurut Gus Mus, umat ini betul-betul rindu dengan akhlaknya Rasulullah saw, serta rindu kepada perilakunya yang santun.
"Tolong kepada para kiai-kiai, para ustaz, para habib, tolong hadirkan lagi akhlaknya Rasulullah saw. Agar orang-orang awam yang tidak paham Al-Qur’anul Karim, kurang paham dengan pribadi Rasulullah, bisa menyimak anda sekalian yang ngerti Al-Qur’an," katanya.
Ia menambahkan, sikap santun meneladani akhlak Rasulullah saw tersebut sebaiknya dihadirkan para pendakwah bukan hanya dalam ucapan saja melainkan juga perilaku. Dengan begitu, lanjut Gus Mus, orang-orang awam yang lugu bisa menirunya. Gus Mus berharap semua contoh baik yang ditampilkan bisa termasuk amal jariyah.
BACA JUGA : Covid-19 di Tanah Air Semakin Mengkhawatirkan, Begini
"Mudah-mudahan ini termasuk jariyah anda sekalian kalau anda sudi menampilkan akhlak Rasulullah saw dalam masyarakat terutama yang sekarang ini," tutupnya.
Pesan Gus Mus tersebut diunggah oleh akun Twitter Yusuf Muhammad dan menuai sejumlah komentar.
"Kenapa harus nangis?" kata akun @michael***
"Anda tidak akan pernah tau dalamnya cinta beliau terhadap agama dan nasib umat Rasulullah SAW. Terlihat selama ini beliau menahan kesedihan akibat terkikisnya nilai2 islami yang rahmatan, yang mengajak pada kebaikan dan budi pekerti, saling mengasihi dan menyayangi sesama manusia," sahut akun @guyz***
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.