Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Syal Napoli digantung di pagar saat orang-orang berkumpul di luar Stadion San Paolo di Naples, Italia, untuk berbelasungkawa atas kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona./Antara/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA – Pasca meninggalnya Diego Maradona, pemilik klub Serie A Italia Napoli Aurelio de Laurentiis mempertimbangkan untuk menggunakan nama Maradona sebagai nama stadion mereka demi menghormati jasa-jasa sang mega bintang kepada klub tersebut.
Wali Kota Napoli Luigi de Magistris juga mendukung ide tersebut. Nama stadion Napoli saat ini adalah San Paolo. De Laurentiis mengatakan akan membahas nama stadion mereka, untuk digabungkan dengan nama Maradona.
Maradona membuat dunia sepak bola berduka pada pada Rabu ketika ia meninggal dunia di usia 60 tahun karena serangan jantung. Legenda Argentina telah menderita sakit parah sejak awal November, dan terpaksa menjalani operasi untuk menghilangkan gumpalan darah dari otaknya pada awal bulan.
“Kami dapat mempertimbangkan ide untuk menyebut stadion kami San Paolo-Diego Armando Maradona,” kata De Laurentiis, seperti yang dikutip dari saluran olahraga Prancis RMC Sport pada Kamis (26/11/2020).
Baca juga: Legenda Sepakbola Argentina, Diego Maradona Meninggal Dunia karena Serangan Jantung
"Diego Armando Maradona, pesepak bola terhebat sepanjang masa, Diego meninggal. Dia membuat orang-orang kita bermimpi, dia membela Napoli dengan kejeniusannya. Pada 2017 Diego menjadi warga negara kehormatan kami, Neapolitan dan Argentina, Anda memberi kami kegembiraan dan kebahagiaan. Napoli mencintaimu!" lanjutnya.
Maradona pertama kali tiba di Napoli pada musim panas 1984 setelah membela Barcelona. Dia membuat dampak langsung pada musim pertamanya, mencetak 14 gol Serie A untuk finis di belakang Michel Platini dan Alessandro Altobelli sebagai pencetak gol terbanyak liga saat Napoli finis di urutan kedelapan.
Dia kemudian membawa Napoli menjadi juara liga Italia pada 1986-67 dan mengulangi prestasi tersebut di musim 1989-90.
Baca juga: Ini Kegiatan Menteri KKP Edhy Prabowo sebelum Diciduk KPK
Secara total, pemain Argentina itu menghabiskan enam musim bersama Napoli dan meninggalkan klub di musim ketujuhnya setelah dinyatakan positif menggunakan kokain dan setelah membawa Argentina menaklukkan tuan rumah Italia di semifinal Piala Dunia 1990.
Dia total memainkan 259 pertandingan untuk Napoli, mencetak 115 gol dan masih terus dipuja 30 tahun setelah meninggalkan klub Italia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.