Harga Cabai Terus Turun, Beras dan Minyak Goreng Masih Bertahan
Harga cabai kembali turun pada 13 Juli 2026. Beras dan minyak goreng masih stabil, sementara kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas pangan.
Dosen Statistik Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Harianjogja.com, JAKARTA – Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa Indonesia sudah bisa memproduksi 70 persen obat di dalam negeri.
“Sebagian besar masih impor bahan bakunya, Indonesia mampu mengemas dan memberi nama merek beda. Itu definisi produksi di dalam negeri,” ungkap Epidemiolog UI Pandu Riono melalui akun twitternya @dpriono1, Minggu (25/10/2020).
Sebagian besar masih impor bahan bakunya, Indonesia mampu mengemas dan memberi nama merek beda. Itu definisi produksi di dalam negeri. https://t.co/ffITHVvSzC
— Juru Wabah (@drpriono1) October 25, 2020
Beberapa warganet menanggapi cuitan tersebut, mengatakan bahwa tak peduli bahannya impor atau tidak kalau, Mereka menilai apabila diolah dan di kemas di dalam negeri maka sudah masuk dalam kategori obat buatan dalam negeri.
“Maaf dok, dalam perdagangan internasional, suatu produk bisa disebut produksi suatu negara kalau diolah/diproduksi di negara itu, tidak peduli bahannya impor. Terjadi perubahan bentuk, misal: kapas menjadi benang, tepung terigu jadi mie. Jadi sah itu obat made indonesia,” tulis akun @OnggoWijayanto.
Warganet lainnya juga mengatakan bahwa diproduksi obat produksi dalam negeri bukan prestasi karena sudah lama dilakukan.
“Perusahaan farmasi Indonesia sudah lama produksi sendiri obat di dalam negeri. Bukan hal yg baru. Jadi prestasi kalau bahan bakunya dibuat di Indonesia,” kata @lukasomanalu.
Cuitan Pandu Riono tersebut menanggapi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebutkan bahwa sekitar 70 persen obat-obatan sudah bisa diproduksi di dalam negeri.
"Jadi selama Covid-19 itu, saya baru tahu kita itu hampir 90 persen obat kita impor. Sekarang saya bisa lapor kepada Anda, itu kira-kira 70 persen kita sudah buat sendiri," kata Luhut melalui kanal Youtube Lemhanas RI beberapa hari lalu.
Dia menyebutkan beberapa obat seperti, paracetamol yang merupakan obat dasar masih diperoleh Indonesia dengan mengimpor dari India. Maka, saat India menerapkan lockdown, Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sekarang kita sudah punya paracetamol di Cilacap. Itu petrochemical-nya Pertamina," ujarnya.
Luhut menuturkan, kondisi pandemi Covid-19 membuat Indonesia belajar untuk tidak lagi bergantung pada negara lain bahkan sampai mampu memproduksi untuk pemenuhan kebutuhan sendiri, terutama terkait stok obat-obatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga cabai kembali turun pada 13 Juli 2026. Beras dan minyak goreng masih stabil, sementara kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas pangan.
LinkedIn diselidiki otoritas Texas atas dugaan menampilkan lowongan kerja palsu atau ghost jobs yang disebut dapat merugikan pelanggan layanan Premium.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.