Adu Banteng Dua Truk di Sragen, Tiga Orang Terluka
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Sejumlah buruh berunjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020). /ANTARA FOTO-Aditya Pradana Putra
Harianjogja.com, JAKARTA--Masyarakat Indonesia saat ini mulai takut untuk menyatakan pendapat.
Angka ketakutan masyarakat untuk menyatakan pendapat di era kekinian semakin tinggi. Disisi lain, sebagian besar masyarakat juga menyatakan semakin sulit untuk berdemonstrasi.
Hal itu diketahui dari hasil survei teranyar yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia bertajuk \'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi\'.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan berdasar hasil survei diketahui sebanyak 21,9 persen responden sangat setuju jika di era kekinian semakin takut menyatakan pendapat. Kemudian, agak setuju 47,7 persen. Sedangkan kurang setuju 22 persen. Sementara, tidak setuju sama sekali 3,6 persen.
BACA JUGA: PAUD di Bantul Gelar Tatap Muka, Disdikpora Bantul Bersuara...
"Ini alarm, kita ingatkan ada situasi yang di bawah alam sadar masyarakat mulai takut ngomong," kata Burhanuddin dalam dalam sebuah diskusi virtual pada Minggu (24/10/2020).
Padahal menurut Burhanuddin, Indonesia dalam konteks negara yang menganut sistem demokrasi sudah semestinya memberi tempat untuk berbicara bagi masyarakat. Terlepas, pembicaraannya itu berkualitas atau tidak.
"Apapun pendapat mereka, pro atau kontra dalam demokrasi harus mendapatkan tempat yang sama dengan mereka yang pro pemerintah," ujar Burhanuddin.
Selaras dengan itu, Burhanuddin juga mengungkapkan adanya pendapat dari sebagian besar masyarakat yang mengaku jika kekinian semakin sulit melakukan demonstrasi.
Berdasar hasil survei setidaknya tercatat 20,8 persen responden sangat setuju jika kekinian semakin sulit melakukan demonstrasi. Selanjutnya, 53 persen agak setuju. Sedangkan, 19,6 persen tidak setuju. Serta, 1,5 persen menyatakan tidak setuju sama sekali.
Sebagai informasi Indikator Politik Indonesia melakukan survei sejak tanggal 24 hingga 30 September 2020 dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak dan diwawancarai melalui telepon. Adapun, margin of error kurang lebih sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya, hasil survei ini juga menemukan adanya tren kemuduran demokrasi di Indonesia untuk saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.