Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Objek wisata Umbul Ponggok, Klaten./youtube
Harianjogja.com, SEMARANG – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah telah membuka 436 destinasi pariwisata di masa pandemi Covid-19.
Purwanto, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, menjelaskan 436 destinasi pariwisata ini telah dibuka secara terbatas dan bertahap. Disporapar Jawa Tengah mencatat setidaknya ada 690 destinasi wisata yang beroperasi. Artinya, sebagian besar pariwisata di Jawa Tengah sudah mulai beroperasi meskipun masih terbatas.
“Kami dari kementerian akan mengeluarkan sertifikasi CHSE kepada hotel, restoran, dan kafe. Mereka yang sudah menerapkan protokol kesehatan akan dikasih sertifikasi,” ungkap Purwanto, Senin (19/10/2020).
Sertifikasi CHSE sendiri merujuk pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environtment sustainibility (keberlanjutan lingkungan hidup).
Terkait mulai dibukanya destinasi wisata Umbul Ponggok di Klaten, Purwanto menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten. “Wisata tirta [di Jawa Tengah] umumnya belum dibuka, kalau toh ada yang buka itu jadi tanggung jawab di gugus tugas kabupaten kota karena kami [Disporapar] kalau sesuai instruksi gubernur jelas belum bisa dibuka, khususnya kolam renang,” jelasnya.
Tak hanya destinasi wisata tirta, bioskop dan pusat hiburan malam juga belum dibuka karena masih rawan terjadinya penyebaran Covid-19. “Bioskop [belum dibuka] karena ruangan tertutup, kemudian [penonton] bisa lebih dari dua jam juga [di dalam ruangan] dan tidak ada ventilasi yang keluar, jadi kita belum bisa buka,” ungkap Purwanto.
Wacana untuk pengoperasian kembali bioskop di Kota Semarang menurutnya adalah langkah percobaan untuk menguji kesiapan pengelola. “Semarang masih coba untuk simulasi, kalau hasilnya bagus baru berani [dibuka untuk Jawa Tengah],” tambahnya.
Purwanto menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk mencegah penularan wabah Covid-19 di destinasi wisata. “Kita harus mengutamakan sifat kehati-hatian, jangan sampai ekonomi mati, ekonomi harus jalan tapi kita harus hati-hati betul,” jelasnya.
Ia juga mengimbau bagi pengelola destinasi wisata dan wisatawan yang akan berkunjung ke Jawa Tengah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Dalam rangka libur panjang pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November nanti, kalau bisa 3M [mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak] dipatuhi. Kalau bisa jangan jauh-jauh kalau pergi, kalau berwisata jangan berkerumun,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 21 Juni 2026 didominasi cerah berawan. Simak suhu dan potensi hujan di DIY hari ini.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Pemkab Bantul menata ulang Gumuk Pasir Parangtritis dengan mengubah rute jip wisata dan melanjutkan restorasi zona inti seluas 141 hektare.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru rute Tugu Yogyakarta-Palur lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan dan informasi perjalanan terkini.
SPMB SMP Jogja 2026 menghadirkan fitur ubah pilihan sekolah secara real time. Calon siswa bisa menyesuaikan pilihan selama pendaftaran berlangsung.