Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Akademisi dan aktivis Rocky Gerung (kedua kiri) ANTARA-Reno Esnir
Harianjogja.com, JAKARTA - Menurut akademisi dan aktivis Rocky Gerung, artis Nikita Mirzani lebih paham Pancasila dibandingkan Ketua DPR Puan Maharani.
Lewat channel youtubenya yang diunggah 2 hari lalu, dia mengungkapkan alasan kenapa dirinya mengatakan hal tersebut.
Menurutnya, kritik Nikita soal Puan yang disebut mematikan mik ketika salah satu anggota DPR bicara, telah melanggar Pancasila.
Kritik itu, menurutnya wajar, karena menurut Rocky, memang hak DPR untuk bicara, dan Nikita menegur dalam upaya mengingatkan bahwa parlemen tempat bicara. Sebagai netizen yang bermutu karena inigin tahu isi pembicaraan di parlemen, itu yang ingin disamapikannya.
"Nikita memperlihatkan bahwa dia mengerti pancasila. Dia punya pikiran yang berlekuk yang lebih seksi bisa menemukan sesuatu yang janggal dalam politik. Dia menemukan lemak tubuh dalam politik yang berlebih," ujarnya dikutip dari akun youtubenya.
Baca Juga: Ini Urgensi yang Dijadikan Latar Belakang Pengesahan UU Cipta Kerja Oleh Pemerintah
Rocky menambahkan sinyal tentang keburukan politik jusru ditemukan Nikita yang menegur ketua DPR bukan Puan Maharani secara pribadi.
Hal itu, menurut Rocky adalah hal wajar karena dia mengendapkan seluruh kritisisme nya sehingga dia dapat poin bahwa hak untuk bicara tidak boleh dihentikan apalagi secara teknis, hanya karena tidak mau dengar ada suara lain.
"Jadi, yang benar-benar paham soal demokrasi itu Nikita bukan DPR atau pembuat omnibus law," tambahnya.
Rocky juga menilai jika saat ini Nikita dilaporkan dengan dukungan 100 pengacara seperti berita yang beredar adalah konyol. Karena, baginya tidak ada delik disitu, karena dia hanya mengingatkan.
Baca Juga: Kemenkominfo Diminta Hati-Hati Menerjemahkan UU Cipta Kerja
Baginya, Nikita itu mewakili dari sekian banyak suara netizen dan masyarakat yang tidak puas dengan kondisi itu.
Bahkan, dia mengatakan memberikan dukungan pada Nikita dan menyuarakan stand beside Nikita jika kasus hukumnya diangkat.
"Bagi saya ini seperti Mirzani in Corpores Sano, di dalam tubuh yang seksi ada pemikiran yang seksi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.