KPK Periksa Mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai Tersangka
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga akan ancaman hujan ekstrem. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan tren curah hujan sejak tahun 1.900 hingga tahun lalu 2019 terlihat curah hujan semakin meningkat bahkan menunjukkan tren curah hujan ekstrem.
Dwikorita menjelaskan tren curah hujan tahunan sejak tahun 1.900 hingga tahun lalu terlihat curah hujan maksimum atau dapat dikatakan ekstrem karena melampaui 105 mm dalam 24 jam terlihat semakin sering terjadi dan trennya itu semakin melompat.
Baca juga: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gubernur Anies Minta Gedung Dewan Ditutup 3 Hari
"Tahun lalu, dalam satu hari bisa mencapai 377 dua hari 419 mm. Dikhawatirkan tahun ini pun akan melompat, dikhawatirkan,” ungkap Dwikorita dalam Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami secara virtual, Rabu (7/10/2020).
Apalagi ditambah dengan identifikasi dari BMKG, serta badan iklim lainnya yakni National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika, Japan Meteorological Agency (JMA) Jepang dan Bureau of Meteorology Australia mengidentifikasi terjadinya fenomena La Nina dengan pada level moderat mulai terjadi di Samudera Pasifik yang berpotensi hujan lebat melanda seluruh wilayah Indonesia.
Dimana, terlihat dari peta kondisi La Nina yang diprediksi yakni pada September, Oktober, November yang menunjukkan curah hujan bulanan semakin besar dimana curah hujannya semakin melampaui 40%.
Baca juga: Kerja dari Rumah Bikin Penat? 7 Cara Ini Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Stres
“Diprediksi mulai Oktober ini sampai November dampak La Nina ini akan mengenai hampir di seluruh wilayah Indonesia yaitu dengan curah hujan intensitas atau curah hujan lebat kecuali di Sumatera,” kata Dwikorita.
Dwikorita pun mengajak semua pihak untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi dan mencegah adanya korban jiwa atau zero victim. “Sehingga mohon izin ini, semua pihak terkait yakni PUPR, juga ada dari Gubernur mohon mewaspadai adanya lompatan diperkuat dengan adanya La Nina," jelasnya.
"Sehingga kita perlu segera berembuk bagaimana cara untuk mencegah zero victim, mencegah La Nina sudah tidak mungkin, mencegah curah hujan lebat tidak mungkin. Tetapi bagaimana caranya ada atau zero victim,” ungkap Dwikorita.
Berita Ini sudah ditayangkan di Okezone dengan judul BMKG Prediksi Dampak La Nina Sampai ke Indonesia Oktober-November
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.