Persib Dituntut Menang atas PSM demi Amankan Peluang Juara
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga akan ancaman hujan ekstrem. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan tren curah hujan sejak tahun 1.900 hingga tahun lalu 2019 terlihat curah hujan semakin meningkat bahkan menunjukkan tren curah hujan ekstrem.
Dwikorita menjelaskan tren curah hujan tahunan sejak tahun 1.900 hingga tahun lalu terlihat curah hujan maksimum atau dapat dikatakan ekstrem karena melampaui 105 mm dalam 24 jam terlihat semakin sering terjadi dan trennya itu semakin melompat.
Baca juga: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gubernur Anies Minta Gedung Dewan Ditutup 3 Hari
"Tahun lalu, dalam satu hari bisa mencapai 377 dua hari 419 mm. Dikhawatirkan tahun ini pun akan melompat, dikhawatirkan,” ungkap Dwikorita dalam Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami secara virtual, Rabu (7/10/2020).
Apalagi ditambah dengan identifikasi dari BMKG, serta badan iklim lainnya yakni National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika, Japan Meteorological Agency (JMA) Jepang dan Bureau of Meteorology Australia mengidentifikasi terjadinya fenomena La Nina dengan pada level moderat mulai terjadi di Samudera Pasifik yang berpotensi hujan lebat melanda seluruh wilayah Indonesia.
Dimana, terlihat dari peta kondisi La Nina yang diprediksi yakni pada September, Oktober, November yang menunjukkan curah hujan bulanan semakin besar dimana curah hujannya semakin melampaui 40%.
Baca juga: Kerja dari Rumah Bikin Penat? 7 Cara Ini Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Stres
“Diprediksi mulai Oktober ini sampai November dampak La Nina ini akan mengenai hampir di seluruh wilayah Indonesia yaitu dengan curah hujan intensitas atau curah hujan lebat kecuali di Sumatera,” kata Dwikorita.
Dwikorita pun mengajak semua pihak untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi dan mencegah adanya korban jiwa atau zero victim. “Sehingga mohon izin ini, semua pihak terkait yakni PUPR, juga ada dari Gubernur mohon mewaspadai adanya lompatan diperkuat dengan adanya La Nina," jelasnya.
"Sehingga kita perlu segera berembuk bagaimana cara untuk mencegah zero victim, mencegah La Nina sudah tidak mungkin, mencegah curah hujan lebat tidak mungkin. Tetapi bagaimana caranya ada atau zero victim,” ungkap Dwikorita.
Berita Ini sudah ditayangkan di Okezone dengan judul BMKG Prediksi Dampak La Nina Sampai ke Indonesia Oktober-November
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.