Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Peningkatan kasus positif Virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang membuat wilayah inimkini menjadi zona merah Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti mengajak semua elemen masyarakat terlibat dalam mengurangi sebaran virus tersebut.
Retno menyebutkan Kabupaten Magelang ditetapkan menjadi zona merah pada pekan ini. "[Penetapan cona merah] Ini karena ada lonjakan kasus positif [Covid-19] beberapa waktu terakhir," katanya, dalam konferensi pers di Command Center Kabupaten Magelang, Jumat (25/9/2020).
Baca juga: 4 Pegawai Dinkes DIY Tertular Covid-19 dari ASN yang Meninggal Dunia
Untuk diketahui, di beberapa hari terakhir penambahan kasus positif dalam sehari ada yang 10 kasus, 17 bahkan sempat tambah 52 kasus positif. Sebelumnya selama satu bulan lebih kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang berada di zona orange.
Penambahan kasus tertinggi terjadi pada 22 September 2020 tercatat 52 pasien terkonfirmasi positif. Dengan jumlah itu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari itu (22/9/2020) total 149 orang. Adapun pada Jumat kemarin terjadi penambahan kasus satu positif dan total kasus mencapai 155 positif.
Kasus positif tersebut, menurutnya terjadi di kalangan komorbid (penyakit penyerta), ibu hamil dan lansia. Selain itu tes juga untuk warga kontak erat dengan pasien positif dan paling terbanyak adalah tertular dari kontak pelaku perjalanan.
Baca juga: Covid-19 di Sleman Sudah Lampaui 1.000 Kasus, Ini Data Terbaru Tiap Kecamatan
"Pelaku perjalanan kurang memiliki kepatuhan. Mengingat Kabupaten Magelang wilayah terbuka," ungkapnya.
Dari penetapan wilayah zona merah ini, menurutnya Gugus Tugas semakin menggiatkan upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan lebih maksimal. "Kita akan mengejar ada dimana dan kita tangani lebih optimal.Jika ada kasus kita kawal hingga sehat," tambahnya.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat senantiasa tertib menjalankan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. "Tidak hanya cukup sembuh saja tapi kepatuhan dan disiplin perlu diperhatikan dan dijaga," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menambahkan penetapan zona merah ini menjadi sebuah pencermatan untuk semakin mewaspadai baik dari masyarakat hingga gugus tugas.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga disiplin protokol kesehatan. Seperti saat beraktifitas diluar rumah untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
”Kita ini masih dalam masa pandemi, kita jangan sampai merasa ini sudah selesai. Ini belum selesai. Masa pandemi masih berjalan sehingga kita harus semakin mewaspadai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
6 negara naikkan biaya visa 2026: Jepang 5 kali lipat, Australia 3 kali lipat, Korea, Inggris, Mesir, Belgia. Cek rincian biaya terbaru buat traveler Indonesia.
Vicky Prasetyo membantah tudingan menelantarkan Fangfang yang mengaku sebagai istri siri dan sedang hamil sembilan bulan. Vicky mengklaim tetap memberikan nafka
Tes kanker mulut baru qMIDS dengan usapan sikat, hasil 1 jam, akurasi 95,5%. Tanpa biopsi menyakitkan. Ilmuwan Inggris-India kembangkan deteksi dini
Disdikpora Kulonprogo memastikan MPLS 2026 berlangsung ramah, aman, dan bebas perpeloncoan. Sekolah juga dapat menghadirkan KPU untuk memberikan pendidikan.
Cari mobil Eropa bekas di bawah Rp100 juta? Peugeot 207, Peugeot 308, BMW E46, dan Mercedes-Benz W203 bisa menjadi pilihan dengan konsumsi BBM yang masih cukup