Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, PALEMBANG--Aksi nekat dua sejoli di Palembang berujung celaka.
Dua sejoli di Kota Palembang, Sumatra Selatan nekat melompat ke Sungai Musi. Sepasang kekasih tersebut yakni Tegar (18) dan Meliana (17).
Kejadian itu bermula saat dua sejoli ini tengah asyik nongkrong di kawasan Dermaga 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang pada Minggu (23/8/2020). Belum diketahui penyebab pastinya, tiba-tiba dua sejoli tersebut melompat ke Sungai Musi hingga tenggelam terbawa arus.
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Herry Marantika mengatakan kini petugas gabungan masih melakukan proses pencarian kepada kedua korban.
“Kami menerjunkan enam orang ke lokasi kejadian untuk bergabung mencari para korban bersama TNI dan Polri,” kata Herry kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com pada Minggu malam.
Para personel yang dikerahkan pun dilengkapi berbagai peralatan. Mulai dari rubber boat, alat selam hingga peralatan medis.
“Semoga dengan banyaknya personil yang ikut membantu dalam proses pencarian ini mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.