DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel
DPR meminta aparat mengusut tuntas temuan 995 senjata api, narkotika, dan VCD porno di sekolah swasta Jakarta Selatan, termasuk asal-usul barang bukti.
Megawati Soekarnoputri. /ANTARA FOTO-Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengikuti wawancara khusus 75 Tahun Indonesia Merdeka yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam wawancara tersebut, ia menyoroti kurangnya perempuan Indonesia yang berkiprah dalam dunia politik. "Sebenarnya kalau saya melihat para wanita Indonesia ini masih sangat kurang di dalam kiprahnya dibilang politik, saya menekankan hal itu," ujar Megawati, dikutip Senin (17/8/2020).
Ketua Umum PDI Perjuangan itu menilai, sudah banyak organisasi wanita di Indonesia. Namun masih sangat kurang wanita-wanita yang berani terjun ke dunia politik.
Baca juga: Pemimpin Korut Kim Jong-un Ucapkan Selamat HUT Kemerdekaan ke-75 RI
"Hukum formal di Indonesia itu sudah dapat membuat wanita Indonesia berkiprah sama dengan kaum laki-laki," kata dia.
Ketua Dewan Pengarah BPIP itu menegaskan, Undang-Undang Dasar 1945 juga menyatakan semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum.
Karena itu tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki di mata hukum.
Baca juga: Bisa Pesan secara Online, Begini Cara Tukar Uang Baru Rp75.000
Megawati sepakat bahwa sosok bapak adalah kepala keluarga dan penanggungjawab.
Namun di tengah pandemi covid-19, kata Megawati, secara informal justru ibu menjadi pemegang kendali ekonomi keluarga.
Karenanya, dia mengkritik paham inferioritas perempuan seperti tercermin pada peribahasa Jawa semisal konco wingking, artinya pelengkap rumah tangga seorang suami.
Atau peribahasa yang menyebut surgo nunut, neroko katut, artinya "suami masuk surga istri ikut, suami masuk neraka, istri ikut terbawa."
"Sudah bukan zamannya lagi, kaum perempuan itu berbunyi seperti apa yang tadi saya katakan peribahasa peribahasa Jawa itu," kata Megawati.
Sebab, realitasnya, banyak perempuan bekerja untuk membesarkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.
"Kenyataannya, banyak sekali ibu bekerja untuk membesarkan anak-anaknya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPR meminta aparat mengusut tuntas temuan 995 senjata api, narkotika, dan VCD porno di sekolah swasta Jakarta Selatan, termasuk asal-usul barang bukti.
Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan itu, Sabtu (8/8/2026) menyerahkan alat penanggulangan bencana kepada 7 kalurahan di Jogja.
Lansia 74 tahun di Plumbungan, Sragen, ditemukan meninggal setelah dua hari rumahnya gelap. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan.
Bruno Guimaraes resmi bergabung dengan Arsenal dari Newcastle United dengan nilai transfer Rp1,8 triliun dan kontrak empat tahun.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Polisi mengungkap pembunuhan pemilik toko HP di Ambarawa. Dua tersangka ditangkap setelah korban ditemukan tewas di Gubug, Grobogan.