Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Jangkau Bengkulu
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020)./ANTARA FOTO-Olha Mulalinda
Harianjogja.com, JAKARTA - Lenyapnya sinyal Telkomsel di Kota Pekanbaru, serta wilayah Sumatera bagian utara dan tengah akibat sebuah peristiwa kebakaran menjadi indikator bahwa operator wajib menyiapkan pengalihan trafik jaringan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi. Dia menyebutkan bahwa Telkomsel, tentunya juga mengetahui strategi yang perlu dilakukan untuk segera dapat kembali memberikan layanan pada masyarakat di sana
“Selain pengalihan, Telkomsel juga perlu menyediakan backup jaringan seperti menggeser mobile BTS ke lokasi terdampak,” katanya saat dihubungi JIBI/Bisnis.com, Selasa (11/8/2020) malam.
Sekadar catatan, jaringan internet Telkomsel padam akibat fasilitas Sentra Telepon Otomat (STO) Telkom di Pekanbaru terbakar pada Selasa (11/8/2020) pukul 15.00 WIB.
Dia memahami bahwa bencana adalah suatu hal yang tidak diharapkan. Namun, tiap operator pasti memiliki strategi mitigasi jika ada pemadaman akibat misal kebakaran, gempa, atau bencana lainnya.
“Agar tidak terulang kembali tentu penyebab kebakaran perlu dicari untuk kemudian dijadikan perhatian ke depannya. Paralel tentunya menyiapkan strategi atas layanan pada masyarakat tetap berfungsi atau kembali sinyal hadir dalam waktu yang tidak terlalu lama,” jelasnya.
Mengenai hal tersebut, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan bahwa saat ini TelkomGroup sedang melakukan mitigasi dan proses pemulihan layanan. Pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan.
“Disamping itu juga kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemulihan peristiwa ini serta kepada pelanggan yang senantiasa setia pada layanan Telkom Group,” kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.