Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, Ultra Resmi, Ini Harga dan Speknya
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Kegiatan seminar virtual. /Ist-BBKB
Harianjogja.com, JOGJA—Perajin batik menjadi salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi. Mereka banyak yang berhenti beroperasi karena berbagai aktivitas terutama wisata terhenti sehingga permintaan menurun drastis.
Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di Yogyakarta berupaya memberikan pendampingan. Salah satunya dengan menyelenggarakan seminar online bertajuk Strategi Industri Kerajinan dan Batik Mengatasi Krisis di Masa Pandemi. Kegiatan virtual ini sekaligus sebagai wadah berbagi informasi dan diskusi bagi pelaku industri kerajinan dan pemangku kepentingan tentang strategi memperkuat industri kerajinan dan batik di masa Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
BACA JUGA : Selama Pandemi, Omzet Perajin asal Donokerto, Sleman Ini
“Kami terus mendorong agar industri kerajinan dan batik ini bisa bersaing di masa pandemi,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (11/8/2020).
Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati menambahkan, kegiatan itu diharapkan menjadi media kolaborasi dalam menghadapi tantangan serta keberlangsungan industri kerajinan dan batik saat masa sulit akibat dampak pandemi Covid-19. “Sekaligus untuk menyongsong hari Batik Nasional yang jatuh pada bulan Oktober mendatang,” katanya.
Selama pandemi corona pihaknya terus memberikan pendampingan kepada pelaku industri kerajinan dan batik dengan cara menyelenggarakan kelas umum secara gratis melalui aplikasi Zoom. Selain itu kelas umum melalui aplikasi Whatsapp yang digelar sepekan dua kali secara rutin. Salah satunya materi terkait dengan menyebarluaskan teknik pembuatan masker kain kepada masyarakat.
BACA JUGA : 70% UMKM di Bidang Kerajinan di Jogja Terimbas Corona
“Selama pandemi kami telah menyelenggarakan kuliah zoom sebanyak tujuh kali dengan jumlah peserta 913 orang, dan kulwap 12 kali dengan jumlah peserta 2.336 orang,” ujarnya.
Di sisi lain pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan dengan perluasan litbangyasa seperti pembuatan masker kain, pembuatan hand sanitizer, cairan disinfektan, pembuatan face shield.
Ia menambahkan industri kecil menengah kerajinan dan batik merupakan sektor yang memiliki resiliansi yang cukup tinggi di masa krisis. Seperti halnya pada krisis ekonomi di 1998, di tengah ketidakpastian usaha pada pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini, IKM kerajinan dan batik berupaya mempertahankan bisnisnya antara lain dengan cara memproduksi alat pelindung diri (APD) sederhana seperti masker kain dan APD lainnya.
“Kami memberikan bantuan APD tersebut ke Gugus Tugas DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.