Harianjogja.com, JAKARTA - Arab Saudi akan memulai kembali semua kegiatan komersial dan mencabut pembatasan pergerakan bahkan ketika kasus coronavirus tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (20/6/2020), Saudi Press Agency yang dikelola pemerintah, melaporkan jam malam akan dicabut di seluruh negara mulai pukul 6 pagi pada hari Minggu, tetapi perjalanan internasional dan ziarah muslim atau umrah akan terus dilarang.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap menjaga jarak sosial di tempat dan wajin memakai pelindung wajah. Kemudian, pertemuan tidak dapat melebihi 50 orang.
Dengan lebih dari 4.000 kasus Covid-19 baru per hari, pandemi ini melonjak di Arab Saudi, dan pekan lalu menjadi negara ke-15 yang mencatat 100.000 kasus penyakit ini.
Adapun Arab Saudi melaporkan 3.941 kasus Covid-19 pada Sabtu ini. Sementara itu, total jumlah kasus mencapai 145.991 pada Kamis ini.
Sementara itu, di Jeddah dan Mekah, di mana angka kematian lima kali lebih tinggi dari ibu kota, pembatasan justru telah dikurangi.
Kemudian, di Riyadh, ketika kasus-kasus baru melonjak ke rekor lebih dari 2.300 pada Rabu, pekerja tetap pergi ke kantor dan restoran tetap menerima pengunjung.
Seperti bagian dunia lainnya, Arab Saudi berusaha menyeimbangkan masalah kesehatan masyarakat dengan keharusan ekonomi.
Motivasi untuk kembali ke beberapa versi normal sangat kuat di kerajaan yang bergantung pada minyak. Dimana saat ini menghadapi krisis ganda dengan gejolak di pasar minyak yang alami kemerosotan terkait coronavirus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: