Tendangan Penalti Jorginho Selamatkan Chelsea dari Kekalahan Melawan MU
Tendangan penalti Jorginho pada babak kedua menyelamatkan Chelsea saat menjamu Manchester United dalam pertandingan pekan ke-13 Liga Inggris.
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis/Abdurachman
Harianjogja.com, JAKARTA — Kinerja indeks harga saham gabungan diprediksi akan semakin tertekan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 yang digadang-gadang bakal terkontraksi karena penerapan PSBB di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 3,53 persen ke level 4.986,458 pada akhir perdagangan, Selasa (16/6/2020). Dalam sebulan terakhir, laju indeks tengah berada dalam tren positif dengan menguat 9,49 persen.
Akan tetapi, pergerakan IHSG tercatat masih mengalami koreksi 20,84 persen secara year to date (ytd). Kapitalisasi pasar indeks telah menguap Rp1.479 triliun dari posisi Rp7.265,01 triliun per 30 Desember 2019 menjadi Rp5.785,22 triliun per akhir sesi, Selasa (16/6/2020).
Dalam konferensi pers “APBN Kita” secara daring Selasa (16/6/2020), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi hingga -3,1 persen pada kuartal II/2020. Hal itu dipicu penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah kota Indonesia sepanjang April 2020 hingga Juni 2020.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 telah dipastikan akan negatif. Bahkan, konsensus analis dan pengamat malah telah memprediksi kontraksi hingga -5,2 persen atau lebih buruk dari proyeksi yang dikeluarkan oleh Menkeu.
“Saya melihat indeks kita belum memasukkan faktor ini karena baru akan diumumkan sekitar Agustus nanti,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/6/2020).
Budi mengkhawatirkan IHSG akan kembali terkoreksi pada Agustus seperti tahun-tahun sebelumnya. Faktor yang menjadi pemicu yakni pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 yang negatif, laporan keuangan emiten kuartal II/2020, serta pergerakan pada Agustus yang lebih sering negatif.
Sementara itu, Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menjelaskan bahwa sinyal kontraksi pertumbuhan ekonomi sudah tercermin dari realisasi kuartal I/2020. Padahal, saat itu masih diberlakukan partial lockdown.
Janson memprediksi pertumbuhan PDB secara kuartalan akan turun cukup dalam 2 persen hingga 3 persen pada kuartal II/2020. Kondisi itu menurutnya akan juga tercermiin ke dalam earnings growth emiten periode April 2020—Juni 2020.
Dia menilai kenaikan IHSG saat ini lebih dipicu faktor eksternal. Salah satunya kebijakan stimulus dari The Federal Reserve yang membuat pasar keuangan banjir likuiditas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tendangan penalti Jorginho pada babak kedua menyelamatkan Chelsea saat menjamu Manchester United dalam pertandingan pekan ke-13 Liga Inggris.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.