Kereta Tabrak Bus di Bangkok, 8 Orang Tewas dan 32 Terluka
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020./Antara-Xinhua
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah China memperkirakan pihaknya bisa memiliki, memproduksi dan memasarkan vaksin virus corona (Covid-19) pada akhir tahun ini atau pada awal tahun depan.
Kepercayaan diri China semakin besar untuk memproduksi vaksin virus corona, sebab perusahaan farmasi besar Tiongkok sedang melakukan dua percobaan Covid-19 dalam fase 2 dan berpotensi meningkatkan kapasitas produksi vaksin tersebut.
Mengutip dari Boston Herald pada Kamis (4/6/2020), Moderna yang berbasis di Cambridge telah masuk dalam uji coba tahap kedua. Lalu, Moderna akan memasuki studi fase 3 yang menjadi bagian terpenting penting di musim panas. Bila berhasil, maka bisa memiliki aplikasi lisensi biologik pertamanya.
Para peneliti di Universitas Oxford juga merekrut orang-orang untuk fase 2 dan 3, dengan calon vaksin yang terlihat sebagai yang memimpin dalam perlombaan untuk menaklukkan virus corona.
Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan ada lebih dari 70 vaksin potensial sedang dikembangkan. Namun, China mengklaim memiliki perkembangan uji coba vaksin virus corona dengan sangat cepat.
"Lebih dari 2.000 orang telah menerima vaksin dan data klinis telah memverifikasi keamanan dan kemanjurannya, menunjukkan bahwa reaksi yang merugikan jauh lebih rendah daripada produk serupa lainnya," lapor pemerintah mengutip China National Biotec Group.
Pabrik produksi besar vaksin juga sedang dibangun di Beijing dan Wuhan - pusat dari virus corona - yang akan mampu memompa ratusan juta vaksin per tahun, tambah pemerintah. Pemberitaan ini adalah berita utama di situs web pemerintah China.
Berita itu juga datang ketika The Associated Press melaporkan Selasa, WHO secara terbuka memuji China atas tanggapan cepat terhadap virus corona pada Januari 2020.
Namun, saat di belakang layar, itu adalah cerita yang jauh berbeda. AP mengatakan WHO sempat frustrasi karena "tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk memerangi penyebaran virus mematikan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.