Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Petugas Satpol PP Sleman mencopot spanduk yang dipasang melintang jalan di Jalan Gito-Gati, Ngaglik, Kamis (13/12/2018)./Istimewa-Dokumen Satpol PP Sleman
Harianjogja.com, JOGJA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja mendapati banyak spanduk-spanduk yang tak berizin terpasang di sejumlah wilayah di Kota Jogja pada Rabu (27/5/2020). Sehingga, pihaknya mendorong agar Satpol PP Kota Jogja segera bertindak menertibkan pemasangan spanduk yang dinilai ilegal tersebut.
Koordinator Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba menilai spanduk tidak berizin sangat mudah dikenali yakni tidak adanya stiker izin yang biasanya berwarna hijau atau biru dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Jogja.
Ia mengungkapkan pihaknya menemukan beberapa spanduk yang diduga tak berizin karena tak menggunakan stiker terletak di perempatan Jetis, perempatan Utara Balai Kota, Jl AM Sangaji, Jl Mangkubumi, bawah jembatan rel kereta api Kretek Kewe, Perempatan Gondomanan, Jl Kusumanegara, utara perempatan GOR Amongrogo dan pagar stadion Mandala Krida.
"Dikarenakan tidak berizin dan melanggar Perda, sehingga sudah menjadi tugas dan wewenang Satpol PP Kota Jogja untuk menertibkannya," kata Baharuddin.
Baharuddin menjelaskan spanduk-spanduk yang diduga tidak berizin ini dinilai dapat melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja No 2/2015 Tentang Penyelenggaraan Reklame. Sehingga, Forpi meminta agar Satpol PP segera turun ke jalan dan bertindak menertibkan spanduk tersebut.
"Meskipun spanduk-spanduk tersebut ada gambar beberapa anggota DPRD Kota Jogja, namun jika tidak memiliki izin, maka harus ditertibkan. Hal ini menjunjung asas equality before the law atau persamaan di hadapan hukum dan tidak tebang pilih," paparnya.
Ia menambahkan spanduk-spanduk yang ditemukan tak berstiker tersebut mayoritas merupakan spanduk yang berisi ucapan selamat hari raya Idulfitri hingga ajakan kepada masyarakat untuk hidup sehat ditengah masa pandemi Covid-19.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Jogja, Agus Winarto tak menampik maraknya spanduk-spanduk tak berizin pasca lebaran Idul Fitri 1441 H, terutama spanduk ucapan-ucapan hari raya. Ia memastikan jajarannya akan segera menindaklanjuti dengan melakukan penertiban.
"Ya memang, terutama ucapan-ucapan lebaran. Nanti akan kita segera tertibkan," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.