PVMBG Ungkap Aktivitas Semeru Sebelum Erupsi Besar
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menerangkan aktivitas Semeru terpantau telah berlangsung sejak 1 Desember 2021.
Seorang staf menaruh alat uji asam nukleat di pabrik Luoyang Ascend Biotechnology Co., Ltd di Luoyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Maret 2020./Xinhua-Li Jianan
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri mencatat pertambahan kasus Covid-19 pada warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Hingga kini, sedikitnya 872 WNI terinfeksi virus Corona dan 51,9% atau 453 di antara mereka dinyatakan sembuh.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri di Twitter, penambahan kasus terjadi Arab Saudi dan Kuwait. Sementara itu, WNI yang dinyatakan sembuh berasal dari Kuwait, Vatikan, Arab Saudi dan ABK Costa Atlantica.
“Total WNI terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri adalah 872: 453 sembuh, 48 meninggal dan 371 dalam perawatan,” kicau akun @Kemlu_RI, Senin (25/5/2020).
Adapun hingga kini kasus tertinggi masih terjadi di Arab Saudi yaitu 112 kasus dengan 25 orang sembuh, 74 stabil serta 13 meninggal dunia. Selain itu, Malaysia masih juga mencatat 108 kasus dengan 27 pasien sembuh, 79 stabil serta 2 orang meninggal dunia.
Kasus Covid-19 yang menginfeksi WNI juga tercatat dari kapal pesiar. Kementerian Luar Negeri menyebut 173 orang terkonfirmasi corona dari kapal pesiar dengan 117 orang sembuh, 51 stabil serta 5 meninggal dunia.
Di sisi lain, sedikitnya 5,20 juta orang di dunia telah terserang pandemi ini. Adapun jumlah terbanyak terjadi di Amerika Serikat dengan 1,56 juta kasus, Spanyol 235.290 kasus, Rusia 344.481, Inggris 257.158 kasus serta Italia 229.327 kasus.
Berikut rincian WNI terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri:
1. Amerika Serikat: 67 WNI (27 sembuh, 26 stabil, 14 meninggal)
2. Arab Saudi: 112 WNI (25 sembuh, 74 stabil, 13 meninggal)
3. Australia: 2 WNI (stabil)
4.Bahrain: 1 WNI (stabil)
5. Belanda: 8 WNI (3 sembuh, 1 stabil, 4 meninggal)
6. Belgia: 2 WNI (2 sembuh)
7. Brunei Darussalam: 5 WNI (5 sembuh)
8. Ekuador: 1 WNI (sembuh)
9. Filipina: 1 WNI (stabil)
10. Finlandia: 1 WNI (sembuh)
11. India: 75 WNI (74 sembuh, 1 stabil)
12. Inggris: 19 WNI (14 sembuh, 2 stabil, 3 meninggal)
13. Irlandia: 1 WNI (sembuh)
14. Italia: 3 WNI (sembuh)
15. Jepang: 2 WNI (1 stabil, 1 sembuh)
16. Jerman: 12 WNI (7 sembuh, 4 stabil, 1 meninggal)
17. Kamboja: 2 WNI (sembuh)
18. Kanada: 1 WNI (stabil)
19. Meksiko: 1 WNI (stabil)
20. Korea Selatan: 1 WNI (sembuh)
21. Kuwait: 54 WNI (6 sembuh, 47 stabil, 1 meninggal)
22. Malaysia: 108 WNI (27 sembuh, 79 stabil, 2 meninggal)
23. Oman: 1 WNI (sembuh)
24. Pakistan: 33 WNI (31 sembuh, 2 stabil)
25. Prancis: 4 WNI (3 sembuh, 1 stabil)
26. UEA: 33 WNI (19 sembuh, 12 stabil, 2 meninggal)
27. Qatar: 51 WNI (5 sembuh, 46 stabil)
28. RRT (Makau): 3 WNI (sembuh)
29. Rusia: 15 WNI (6 sembuh, 9 stabil)
30. Singapura: 52 WNI (44 sembuh, 6 stabil, 2 meninggal)
29. Spanyol: 13 WNI (sembuh)
31. Taiwan: 3 WNI (sembuh)
32. Swedia: 1 WNI (stabil)
32. Thailand: 1 WNI (sembuh)
33. Turki: 2 WNI (1 sembuh, 1 meninggal)
34. Vatikan: 8 WNI (7 sembuh, 1 stabil)
35. Kapal Pesiar: 173 WNI (117 sembuh, 51 stabil, 5 meninggal).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menerangkan aktivitas Semeru terpantau telah berlangsung sejak 1 Desember 2021.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.