Luar Biasa! RI Kantongi Pajak Digital dari Google Cs Sebesar Rp23 Triliun Lebih
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Satu botol obat Remdesivir terletak selama konferensi pers tentang penelitian Remdesivir pada pasien di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman,8 April 2020./Ulrich Perrey-AFP-Bloomberg.
Harianjogja.com, JAKARTA - Obat pertama untuk perawatan virus Corona yang diproduksi oleh Gilead Sciences Inc, telah terbukti mujarab pada pasien yang membutuhkan oksigen ekstra.
Namun demikian, obat tersebut tidak efektif bagi pasien yang membutuhkan oksigen ekstra yang juga bergantung pada ventilator atau mesin pintas jantung-paru, menurut laporan dalam New England Journal of Medicine.
Dalam percobaan, pasien secara acak diberikan remdesivir (dosis pada hari pertama 200 mg, diikuti oleh 100 mg setiap hari hingga 9 hari tambahan) atau plasebo hingga 10 hari.
Melansir businesstoday.in, Minggu (24/5/2020), hasil awal percobaan tersebut menunjukkan bahwa pemberian remdesivir 10 hari jauh lebih efektif dibandingkan dengan plasebo pada pengobatan pasien Covid-19.
Hasil utama yang terlihat adalah waktu untuk pemulihan. Berbeda dengan obat plasebo, remdesivir membantu pasien yang terinfeksi Covid-19 sembuh lebih cepat dan memungkinkan mereka kembali ke rumah setelah sekitar 11 hari. Sementara plasebo mengobati pasien Covid-19 dalam 15 hari.
Selain itu, ada juga tanda-tanda obat remdesivir meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup pasien sebesar 7,1 persen.
Di sisi lain, dalam penelitian itu, sebanyak 11,9 persen pasien yang diuji dengan plasebo meninggal dalam dua minggu.
Para ahli menyambut baik temuan itu, dengan mengatakan hasil penelitian menunjukkan waktu pemulihan pasien yang menggunakan remdesivir lebih cepat hingga 27 persen.
"Remdesivir lebih unggul dibandingkan plasebo dalam mempersingkat waktu pemulihan pada orang dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 dan bukti infeksi saluran pernapasan yang lebih rendah," kata para peneliti.
Percobaan dengan total 1.063 pasien tersebut dilakukan secara acak, 538 diberikan remdesivir dan 521 ke plasebo.
Para peneliti menambahkan, efek samping serius dilaporkan pada 114 dari 541 pasien dalam kelompok remdesivir yang menjalani pengacakan (sebesar 21,1 persen) dan 141 dari 522 pasien dalam kelompok plasebo yang menjalani pengacakan (sebesar 27 persen).
Adapun, remdesivir telah tersedia atas izin The Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, di bawah otorisasi penggunaan darurat untuk pengobatan orang dewasa dan anak-anak dengan penyakit virus corona parah.
Percobaan disponsori dan terutama didanai oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) dan National Institutes of Health (NIH).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.