Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah, Begini Syaratnya
Selama ini harga jual mobil listrik masih terpantau jauh dibandingkan dengan mobil yang menggunakan bahan bakar fosil.
Ilustrasi Dolar AS/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Emily Schantz, suami dan dua putranya sedang berkendara di jalan belakang di Caroline County pada Sabtu pekan lalu ketika keluarga tersebut menemukan kantong yang tergeletak di tengah jalan.
Keluarga tersebut mengira kantong itu berisi sampah dan mereka memasukkannya ke dalam mobil untuk dibuang kemudian. Tidak jauh dari sana, Emily dan keluarganya kembali menemukan kantong sampah dan mereka kembali memungut kantong tersebut.
Beberapa jam kemudian, keluarga itu mendapati kantong-kantong itu dipenuhi dengan hampir US$ 1 juta uang tunai atau senilai Rp14,7 miliar (dengan kurs Rp14.700 per dolar AS).
"Di dalam kantong, plastik lain berisi alamat dan tertulis pula, brankas uang tunai," kata Emily Schantz, dilansir Insider, Kamis (21/5/2020).
Setelah itu, keluarga Schantz menghubungi petugas polisi setempat dan menyerahkan uang itu. Polisi tengah menyelidiki kasus itu. Sejauh ini, pihak kepolisian yakin bahwa kantong itu milik layanan pos dan uang itu ditujukan untuk bank.
"Untuk seseorang yang begitu jujur <
Sementara itu, Schantz mengatakan menyerahkan uang itu tanpa memiliki niatan lain karena menurut keluarga tersebut itulah langkah yang seharusnya dilakukan.
"Lakukan hal yang benar dan kembalikan itu, karena uang itu bukan milik kami," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama ini harga jual mobil listrik masih terpantau jauh dibandingkan dengan mobil yang menggunakan bahan bakar fosil.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.