Penjelasan Lengkap Wali Kota Tegal tentang Lockdown dengan Beton Selama 4 Bulan

Sutarno
Sutarno Jum'at, 27 Maret 2020 10:27 WIB
Penjelasan Lengkap Wali Kota Tegal tentang Lockdown dengan Beton Selama 4 Bulan

Peta Kota Tegal/Google Maps

Harianjogja.com, JOGJA - Rabu (25/3/2020), Wali Kota Tegal Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengumumkan rencana lockdown atau menutup Kota Tegal untuk mengendalikan penyebaran virus Corona. Rencana tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun Youtube Resmi Pemkot Tegal.

"Ini demi keselamatan semua. Kami rencanakan tutup mulai 30 Maret hingga 30 Juli," ujarnya.

Menurut dia, semua titik masuk ke Kota Tegal akan ditutup dengan beton MBC (movable concrete barrier) untuk memastikan agar MBC beton itu tak digeser-geser oleh orang yang memaksakan diri masuk Kota Tegal

"MBC beton beratnya satu saja bisa dua ton, sehingga masyaralat tak bisa menggesernya," lanjur Dedy.

Dedy menegaskan penutupan hanya untuk jalan masuk Kota Tegal.

"Menutup seluruh pintu masuk ke kota Tegal, sedangkan untuk jalan provinsi dan jalan nasional tetap dibuka," ujarnya.

Pemberlakuan lockdown itu dipicu oleh satu pasien positif Corona yang dirawat di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Kepastian satu pasien positif Corona didapat dari hasil tes laboratorium yang dikirimkan Selasa (24/3/2020).

"Pasien seorang pria berusia 34 tahun warga Slerok, Kecamatan Tegal Timur," lanjutnya.

Pria itu baru pulang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dari Jakarta, pria itu melanjutkan perjalanan ke Kota Tegal menggunakan Kereta Api.

Tiba di Kota Tegal pada Senin (16/3/2020) pukul 02.00 WIB, pasien merasa sakit dan demam, sehingga secara sadar tidak langsung pulang tetapi langsung ke RSUD Kardinah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online