Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA--Orang-orang muda tak bisa menganggap remeh pandemi Corona.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan anak-anak muda bahwa mereka tidak kebal dari virus corona (COVID-19), bahkan seringkali pasien muda tidak menunjukkan gejala penyakit saat terserang virus.
"Saya ingin menyampaikan pesan ke anak-anak muda: kalian tidak kebal (virus, red). Virus ini dapat membuat anda dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu, bahkan membuat anda meninggal dunia," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus dalam pengarahan harian di Markas WHO, Jenewa, Swiss, Jumat (20/3/2020), sebagaimana dipantau di laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sabtu (21/3/2020).
Ghebreyesus menjelaskan berada dalam rumah tetap jadi pilihan paling bijak untuk seluruh warga dunia, termasuk kalangan muda, meskipun mereka tidak sakit.
"Walaupun anda tidak sakit, pilihan yang kalian buat, keputusan untuk ke luar (rumah, red) atau tidak dapat membuat perbedaan bagi situasi hidup dan mati orang lain," terang Ghebreyesus seraya menyampaikan apresiasinya bagi anak-anak muda yang berinisiatif menyebarkan pesan dan informasi COVID-19.
"Saya bersyukur banyak anak muda yang menyebarkan informasi (tentang COVID-19), bukan virus," tambah dia.
Menurut Ghebreyesus, penanggulangan COVID-19 tidak hanya membutuhkan solidaritas antarnegara, tetapi juga kerja sama antarkelompok umur.
Pasalnya, COVID-19 dapat menyerang seluruh kelompok umur, meskipun tingkat kematian tertinggi masih ditemukan pada pasien berusia lebih dari 80 tahun, demikian analisis Worldometers, laman penyedia informasi statistik independen, sebagaimana dipantau, Sabtu.
Menurut laman itu, tingkat kematian pasien berusia 80 tahun yang telah dikonfirmasi berada di angka 21,9 persen, sementara secara umum 14,8 persen. Untuk pasien berusia 70-79 tahun, tingkat kematiannya 8 persen; penderita COVID-19 berusia 60-69 tahun 3,6 persen; pasien berusia 50-59 tahun 1,3 persen; pasien 30-39 tahun 0,2 persen; pasien berusia 20-29 tahun 0,2 persen; pasien berusia 10-19 tahun 0,2 persen; pasien berusia 0-9 tahun nihil atau 0 persen.
Walaupun demikian, tingkat kematian itu merupakan angka probabilitas yang masih dapat berubah seiring dengan perkembangan jumlah penderita dan kasus kematian dari negara-negara terdampak COVID-19.
Worldometers, yang memperoleh data dari laman resmi negara-negara dan WHO, mencatat per hari ini (21/3) jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 286.664 jiwa dan 11.888 di antaranya meninggal dunia, sementara 93.598 pasien lainnya dinyatakan pulih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Pameran Harmoni di Tanggul Tirto menampilkan 30–40 foto untuk mengenalkan keragaman destinasi wisata Bantul di luar kawasan pantai.
Otorita IKN memperketat penanganan karhutla. Satu perusahaan disanksi dan satu terduga pelaku pembakaran dilaporkan ke aparat hukum.
Dentuman di Bandung disebut BMKG tak berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Simak penjelasan soal gempa, skyquake, dan kemungkinan penyebabnya.
Kepengurusan MPI DIY periode baru dikukuhkan. Fadhl Muhammad Firdaus mendorong gerakan sosial dan solusi nyata bagi masyarakat.
Harga iPhone 15, 16, dan 17 di Indonesia turun hingga Rp500.000 jelang peluncuran iPhone 18 Pro pada 9 September 2026.