Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Pendidikan Berbasis AI
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Ilustrasi batuk/Okezone.com
Harianjogja.com, KLATEN - Seorang warga Klaten masuk dalam pengawasan karena dilaporkan mengalami batuk-batuk sepulang dari ibadah umrah.
Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten yang mendapat laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten langsung mengirim petugas untuk mengecek kondisi warga yang baru pulang umrah itu.
“Kami minta cek ke sana, ternyata batuk biasa saja. Biasanya pasien [positif] Corona itu leukosit akan turun namun yang bersangkutan tidak apa-apa dan kami anggap biasa,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSST Klaten, Juli Purnomo, saat ditemui wartawan di ruangannya, Rabu (4/3/2020).
Meski dinyatakan hanya mengalami batuk biasa, petugas kesehatan RSST menyarankan warga Klaten itu tidak bepergian dari rumahnya selama 14 hari.
Juli mengatakan petugas kesehatan tak bisa sembarangan mendiagnosis seseorang yang mengalami gejala seperti batuk dan pilek mengarah pada Corona. Untuk memastikan seseorang positif Corona harus melalui proses pengecekan sampel pasien.
“Sampel itu harus dicek ke Balitbangkes [Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan] Kemenkes,” kata Juli.
Transit di Malaysia
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan petugas dari Dinkes Klaten sudah memeriksa seorang warga Klaten yang baru pulang umrah tersebut.
Saat pulang dari umrah, warga tersebut sempat transit di Malaysia serta jalan-jalan di kota. Saat sampai di Klaten, warga tersebut mengalami batuk serta pilek. Meski demikian, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan gejala-gejala mengarah pada terjangkit virus Corona. Namun, petugas Dinkes tetap melakukan pemantauan.
“Kami pantau seperti ada kenaikan suhu tubuh atau tidak melebihi 38 derajat Celcius. Saat kami periksa itu suhu tubuhnya tidak sampai 38 derajat celcius. Kalau suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius akan kami rujuk ke RSST,” kata Anggit.
Anggit mengatakan proses pemantauan dilakukan selama 28 hari. Meski dalam pemantauan, Anggit memastikan warga Klaten itu tetap bisa beraktivitas seperti biasa. “Dengan catatan harus melakukan perlindungan diri misalnya memakai masker dan cuci tangan serta tidak melakukan kontak langsung. Jadi masih bisa beraktivitas seperti biasa karena mengarah pada gejala [terjangkit virus Corona] saja belum,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.