Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi olahraga lari/Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO - Guna mempromosikan gaya hidup sehat dan kegemaran berolahraga di masyarakat, Dinas Pariwisata Kulonprogo menyajikan atraksi wisata, Glagah Tropicolorun. Di tahun ketiganya, Glagah Tropicolorun kembali mengajak kaum milenial dan keluarga untuk mencintai olahraga lari.
Kepala Seksi Atraksi Wisata Dinas Pariwisata Kulonprogo Samsul M. Hilal menuturkan kegiatan ini akan mengajak pelari untuk mengikuti lomba lari sepanjang 5 km. "Konsep kami masih fun-run, tapi ingin gradenya kami naik di antara penggemar lari, nggak hanya fun-run tapi nantinya bisa jadi marathon," kata Samsul dalam jumpa pers dengan awak media di Ruang Pertemuan Dinpar Kulonprogo, Senin (3/2/2020).
Glagah Tropicolorun akan diselenggarakan di pinggir Pantai Glagah, Kapanewon Temon pada Minggu (9/2/2020) mendatang. Uniknya, karena dilakukan di pinggir pantai, pelari akan melewati separuh jalan aspal dan separuh jalan berpasir. Hal ini menjadi tantangan tersendiri lantaran berlari di atas pasir jauh lebih sulit dibanding di atas aspal.
Samsul menuturkan adanya kenaikan peserta setiap tahunnya. Pada 2018 sebanyak 1.300 peserta dan naik menjadi 1.500 peserta pada 2019. "Tahun ini kita targetkan 2.000 peserta lari," jelasnya.
Selain mempromosikan gaya hidup sehat, Samsul juga berharap ajang ini bisa membangkitkan kembali komunitas lari di Kulonprogo. "Akhir-akhir ini komunitas lari di Kulonprogo agak meredup, lewat ini kami ingin bangkitkan kembali," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Niken Probo Laras menuturkan even lari ini juga menjadi upaya menyasar wisatawan untuk datang ke DIY saat low season, khususnya Kulonprogo. "Kami kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri DIY, kebijakan dari mereka juga sampai memberi diskon bagi hotel sampai 60 persen supaya low season ini ramai wisatawan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.