Bupati Magelang Dorong Optimalisasi PAD Lewat PBB-P2 2026
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. /Ist-dok Humas Pemkab Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG-- Bupati Magelang, Zaenal Arifin, melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Selasa (7/1/2020). Para pejabat yang dilantik ini, nantinya akan segera mengisi kekosongan kursi kepala dinas di lingkungan Pemkab Magelang.
Pelantikan ini sesuai dengan Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/821/02/KEP/22/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dalam Jabatan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang.
Adapun para pejabat yang dilantik yakni Umi Haniyati Cauliyanah menjadi Inspektur (Kepala Inspektorat), Eko Tavip Haryanto menjadi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Siti Zumaroh menjadi Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Sukamtono menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bela Pinarsi menjadi Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan.
Kemudian, Kunta Hendradata menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Aziz Amin Mujahidin menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Iwan Agus Susilo menjadi Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA), Basirul Hakim menjadi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM), dan Wisnu Harjanto menjadi Kepala Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran.
Zaenal Arifin, dalam sambutannya mengatakan, pelantikan pejabat tinggi pratama ini sebelumnya telah melalui beberapa tahapan seleksi terbuka dan dinyatakan lolos ujian jabatan bersama pendaftar yang lainnya. Secara khusus Ia juga mengapresiasi atas kinerja panitia yang telah bekerja keras dalam tahapan seleksi tersebut.
"Seleksi tersebut meliputi beberapa tahapan meliputi, seleksi administrasi, penilaian kompetensi teknis secara tertulis, penelusuran rekam jejak, kompetensi managerial, dan sosial kultural serta wawancara akhir," ujar Zaenal usai melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama, di Pendopo Soepardi, Kota Mungkid, Selasa (07/01/2020).
Menurutnya, dinamika global telah bergulir begitu cepat hingga lahir revolusi industri four point zero (4.0). Untuk itu kita harus mampu menyesuaikan dengan kondisi tersebut agar dapat eksis dan mampu mengambil manfaat atas peluang dari tantangan tersebut.
"Salah satunya dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan penggunaan teknologi dalam berbagai sisi kehidupan," katanya.
Zaenal, juga meminta kepada para pejabat yang baru saja dilantik untuk segera bisa menyesuaikan diri dari dinamika lokal, nasional, maupun global dengan pengetahuan yang luas, serta perilaku yang berintegritas.
"Ingat, perlu saudara-sadari ingat bahwa paradigma pimpinan aparatur telah berubah menjadi pangeh projo menjadi abdi masyarakat," tutur Zaenal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.
Prancis umumkan skuad Piala Dunia 2026. Camavinga dan Kolo Muani dicoret, Mbappe tetap jadi andalan utama Les Bleus.
BYD Indonesia Perluas Akses EV Lewat Penyegaran ATTO 1 dan Kehadiran Varian Baru, STD, Untuk Respon Antusiasme Besar Masyarakat Indonesia