Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Logo Muhammadiyah./Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA--Persatuan antara Muhmaadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dinilai bisa berpengaruh besar pad kemajuan Indonesia.
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berharap Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bisa bersatu pada 2020. Menurutnya, persatuan antara dua ormas Islam besar ini bisa memperbaiki nasib rakyat.
Anwar awalnya bicara soal tiga pilar yang mempengaruhi kehidupan bernegara. Ketiga pilar itu adalah pemerintah, usaha besar, dan civil society.
"Pilar pemerintah dan usaha besar merupakan dua pilar yang selama ini sangat besar peranannya dalam mempengaruhi dan menentukan corak serta warna kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini terutama dalam bidang politik dan ekonomi," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (1/1/2020).
Dia mengatakan dua komponen ini berhasil membuat ekonomi Indonesia tumbuh. Namun dia menilai komponen ini belum bisa membuat pertumbuhan ekonomi dirasakan merata oleh rakyat.
"Bahkan kolaborasi dua komponen ini telah membuat ekonomi Indonesia bisa tumbuh tapi tidak dan atau belum merata karena UU dan peraturan serta kebijakan yang ada di negeri ini banyak yang sudah terkooptasi dan dikooptasi oleh para pengusaha besar sehingga kesenjangan ekonomi semakin tinggi karena yang kaya tambah kaya sementara yang miskin semakin miskin atau kalau ada perubahan maka perubahan dan peningkatannya hanya sedikit," ujarnya.
Untuk mengatasi masalah ketimpangan itu, Anwar berharap ada peranan civil society seperti organisasi masyarakat. Dia mengajak NU dan Muhammadiyah, sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, bisa bersatu.
"Ke depan agar ketimpangan ini bisa kita atasi dan kurangi maka civil society sebagai pilar ketiga harus tampil memberikan pengaruh dan berpartisipasi secara maksimal. Untuk itu kita mengharapkan dua ormas Islam terbesar di negeri ini, yaitu NU dan Muhammadiyah agar bisa kompak dan bersatu dengan mengajak elemen-elemen masyarakat lain untuk memperjuangkan dan memperbaiki nasib rakyat banyak yang selama ini termarginalkan," ucap Anwar.
Dia menilai selama ini \'aliansi antara penguasa dan usaha-usaha besar\' membuat sulit lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat banyak. Dia menilai aliansi dua komponen itu belum membuka peluang bagi masyarakat untuk \'naik kelas\' secara ekonomi.
"Kita harapkan jarak antara kelas atas dan bawah tidak lagi tinggi dan dengan demikian ketegangan dan kecemburuan sosial dan ekonomi antara sesama anak bangsa akan bisa ditekan dan diturunkan secara signifikan kalau tidak bisa dihilangkan sehingga rasa kebersamaan di antara kita sebagai sesama warga bangsa akan semakin kuat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.