Kasus Bupati Pemalang, Uang Rp1,98 Miliar untuk Keperluan Pribadi
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Keluarga Taufan yang menghina Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di media sosial meminta maaf. /Suara.com-Khoerul
Harianjogja.com, BANJARNEGARA - Kisah inspiratif datang dari Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Sikap bijaksana ditunjukkannya saat ia mengalami penghinaan oleh seorang warganet dengan nama akun Ricky Taufan.
Warganet tersebut menyinggung kehidupan bupati dalam akun media sosial (medsos) Facebook. Postingan Ricky Taufan terkesan tendensius dan mengandung sentimen SARA.
Dia bahkan tak segan menyebut Bupati Banjarnegara sebagai WNA dan mengungkap kekurangan kepala daerah keturunan Tionghoa itu.
Setelah ramai diperbincangkan di medsos, identitas pemilik akun itu akhirnya terungkap. Pemilik akun diketahui bernama Taufan Hasymi, yang tak lain warga Desa Petambakan Kecamatan Madukara Banjarnegara.
Usut punya usut, menurut Kepala Desa Petambakan Hery Setyo Pranadi, Taufan ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa. Ini dibuktikan dengan kartu berobat di rumah sakit khusus Puri Nirmala Yogyakarta yang menangani penderita kelainan jiwa. Hery pun sudah berusaha menghubungi Taufan yang sekarang berada di Bandung untuk mengklarifikasi postingannya.
"Sudah saya hubungi tapi komunikasinya enggak nyambung. Saya ngomong A dia ngomong B," katanya.
Hery mengatakan, Taufan yang pernah kuliah di jurusan desain grafis sebelumnya hidup normal. Sepengetahuan dia, jiwanya mulai terguncang setelah berpisah dengan anak dan istrinya yang kedua.
Taufan kemudian menikah untuk yang ketiga kalinya dan tinggal di Bandung bersama istrinya sampai saat ini. Taufan disebutnya masih suka berhalusinasi saat penyakitnya kambuh. Karenanya, apa yang disampaikannya di media sosial bisa jadi di luar kesadaran akal sehatnya.
Keluarga sampai saat ini masih berusaha membujuk Taufan agar mau menghapus postingannya yang merugikan bupati. Keluarga juga berusaha untuk membawa pulang Taufan dan menyembuhkannya.
"Dia masih kumat-kumatan,"katanya
Pihak keluarga siang ini pun mendatangi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono untuk menyampaikan permintaan maaf. Di sana, keluarga menceritakan riwayat kehidupan Taufan yang pernah mengalami gangguan jiwa.
Sebelum itu, Budhi pun sudah berhasil melacak identitas pemilik akun yang menyudutkannya. Hingga ia tahu latar belakang kehidupan pria itu. Karena itu, dia tidak melakukan langkah hukum terhadap Taufan meski merasa dirugikan. Keluarga bahkan berharap Budhi bisa membantu upaya penyembuhan Taufan yang masih berstatus sebagai warganya.
"Respon Pak Bupati bagus. Keluarga juga minta difasilitasi penyembuhan Taufan. Dia jawab \'gawa ngene bae\' [bawa sini saja],"katanya
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengaku telah mengetahui latar belakang Taufan yang punya riwayat kelainan jiwa. Sebab itu, ia memaklumi kejadian tersebut. Budhi juga telah memaafkan Taufan atas perbuatan yang merugikannya.
Apalagi Budhi selama ini sudah kerap berurusan dengan orang berkelainan jiwa. Ia dikenal peduli dan beberapa kali mengirim warganya yang memiliki gangguan jiwa ke rumah sakit jiwa di Magelang. Budhi juga pernah viral dengan aksinya memberi pakaian baru kepada orang berkelainan jiwa yang ditemukannya telanjang di jalan.
Ia bahkan merawat dan memberi pekerjaan seorang eks penderita gangguan jiwa yang dulu ditemukannya dalam kondisi dipasung. Pria bernama Timin itu kini tinggal di rumah dinasnya dan dipercaya merawat burung-burung mahalnya.
"Saya memaklumi. Dan saya telah memaafkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.