IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Saham BBCA, BREN, dan BBRI Tekan Indeks
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Ilustrasi. /Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA-Warga pulau Jawa paling banyak menikmati KPR bersubsidi.
Pemerintah menyebut ada tiga skema penyaluran subsidi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) pembiayaan pembangunan rumah, di antaranya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).
Namun, Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat jumlah unit yang terbangun, dari tiga skema tersebut, sejak tahun 2015 - 30 Oktober 2019, mayoritas unit rumah subsidi terbangun di Jawa. Walaupun penyaluran memang tersebar di berbagai provinsi.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, penyebaran rumah bersubsidi tersebut punya spesifikasi sesuai ketentuan. Maka itu, perbedaan lokasi penyaluran tidak lantas membuat perbedaan spesifikasi bangunan.
"Jadi ketentuannya apabila rumah maksimum 36 meter persegi, kalau luas tanah maksimum 200 meter persegi," ujar dia di kantor Kementerian PUPR, Kamis (19/12/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.