NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Haryanto atau Anto (bertopi hitam), ikut melepas Gibran mendaftar cawali Solo ke DPD PDIP Jateng, Kamis (12/12/2019).-Istimewa
Harianjogja.com, SOLO--Keterlibatan PNS dalam aksi dukung mendukung di Pilkada Solo mulai terlihat.
Kakak kandung Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi), Haryanto atau Anto, ikut dalam seremonial pemberangkatan atau melepas Gibran Rakabuming Raka ke Semarang untuk mendaftar calon wali kota (cawali) Solo lewat DPD PDIP Jateng, Kamis (12/12/2019).
Padahal Anto yang juga ipar Presiden Jokowi ini berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang sesuai aturan dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Berdasarkan foto yang diperoleh Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, pada acara pemberangkatan itu Anto terlihat mengenakan kemeja Indonesia Raya membaur bersama sukarelawan yang memakai baju serupa.
Pria 50-an tahun itu merupakan seorang guru di SMPN 10 Solo. Namun dia terlihat dalam acara tersebut pada hari kerja.
Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengaku belum mengetahui maupun mendapat laporan terkait peristiwa tersebut. Jika benar, dia akan mengklarifikasinya terlebih dahulu.
Menurutnya, tidak seharusnya PNS berada di luar tempat dia bertugas saat hari kerja. “Itu cuti atau apa saya belum tahu. Harus diklarifikasi dulu," kata Ahyani di Balai Kota Solo, Jumat (13/12/2019).
Ahyani mengaku belum bisa memastikan sanksi yang akan diberikan kepada Haryanto jika terbukti melanggar netralitas PNS. Dia harus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komite Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dia mengakui saat ini masa kampanye bagi peserta Pilkada belum dimulai. “Meski demikian, ASN Pemkot harus bersih dari politik praktis. Harus tahu etika dan menjaga netralitas. Itu juga kembali ke personal masing-masing. Ya lihat saja nanti [Anto] apa tetap lurus, apa menggok-menggok [belok-belok],” kata Ahyani.
Sebagai pucuk pimpinan birokrasi di daerah ia melarang PNS terlibat politik praktis, salah satunya kampanye. Namun, PNS wajib menggunakan hak pilihnya saat pemilu.
"Termasuk jika [peserta pemilu] itu adalah keluarga, tidak usah ikut kampanye. Kalau hanya kebetulan di lokasi, difoto dan viral, nanti akan ada klarifikasi," tutupnya.
Sementara itu, Haryanto tidak menjawab saat hendak dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com menghubungi nomor ponselnya, terdengar nada sambung namun tidak ada jawaban.
Ketua Bawaslu Kota Solo, Budi Wahyono, mengatakan aktivitas Haryanto di lokasi pemberangkatan Gibran termasuk melanggar kode etik sebagai PNS.
Meskipun belum memasuki masa kampanye, jabatan PNS bersifat melekat. Larangan tidak berpolitik praktis termaktub dalam UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS, PP No. 53/2010 tentang Disiplin ASN, hingga PP No. 42/2004 tentang Kode Etik PNS.
“Masa kampanye masih lama, 11 Juli-19 September 2020. Tapi sesuai aturan, ASN harus netral. Prosesnya ke Komisi ASN [KASN] karena belum masuk masa kampanye [belum menjadi ranah Bawaslu],” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.
Penelitian Berkeley Lab menemukan atap mobil perak bisa 25 derajat Celsius lebih dingin dari mobil hitam. Simak pengaruh warna terhadap panas kabin.
Ini daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes berdasarkan data real-time per 31 Agustus 2026, dari Low Tuck Kwong hingga Theodore Rachmat.
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
CEO Coinbase Brian Armstrong mengkritik filantropi dan mengaku tak tertarik membuat yayasan. Ia menilai banyak lembaga amal dipengaruhi ideologi.