Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Polisi melakukan olah TKP di rumah W di Purwantoro, Wonogiri. /Solopos-Rudi Hartono
Harianjogja.com, WONOGIRI – Seorang ibu di Purwantoro, Wonogiri, yang meninggal dunia seusai meminum racun bersama kedua anaknya, Kamis (12/12/2019), W, meninggalkan surat wasiat. Dalam surat tersebut dia meminta jasadnya dikubur dalam satu liang bersama keluarganya.
Surat wasiat W, 38, ditemukan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi. Lewat surat itu W menegaskan bakal menghantui jika wasiatnya tidak dijalankan.
“Nek aku mati aku pengen dikubur karo keluargaku ditumpuk. Nak ora tak dendeni [kalau saya meninggal, saya mau dikubur sama keluarga saya ditumpuk/dijadikan satu liang lahat. Kalau tidak mau dihantui],” demikian tulisan W dalam surat wasiat tersebut.
Jasad W dan anak keduanya, K, rencananya dimakamkan hari ini. Sampai saat ini, pihak Polsek Purwantoro, Wonogiri, masih melakukan penyelidikan. Termasuk olah TKP dan menggali informasi dari sejumlah saksi.
Dugaan sementara W meninggal dunia akibat minum susu yang dibubuhi racun. Dia diduga nekat mengakhiri hidup bersama kedua anaknya karena depresi.
Diberitakan sebelumnya, kejadian tragis itu terjadi Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Kejadian itu terungkap seusai anak pertamanya, Z, mendatangi rumah neneknya yang tak jauh dari kediamannya untuk meminta tolong sambil menahan sakit.
Si nenek bergegas ke rumah Z dan melihat kondisi W serta K sekarat. Dia meminta tolong tetangga membawa keduanya ke rumah sakit. Nahas, nyawa W dan K tidak tertolong. Sementara Z dalam kondisi kritis dan kini dirawat di rumah sakit.
Menurut warga sekitar, W adalah pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga. Rumah W selalu tertutup rapat setiap hari. Bahkan, kondisi di sekitar rumahnya tak terawat, seperti tak bepenghuni. Bagi warga sekitar, hal itu dinilai wajar lantaran suami W merantau ke Jogja dan jarang pulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa