Penelitian UI Ungkap Lumut Epifit Efektif Jadi Bioindikator Lingkungan
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, MALUKU - Gempa dengan magnitudo 5,9 melanda kira-kira 66 kilometer barat laut Jailolo-Provinsi Maluku Utara, pukul 6:41:00 WIB pada kedalaman 83 kilometer, Selasa (12/11/2019).
"Tidak berpotensi tsunami dan hingga kini tidak ada laporan terjadinya kerusakan pascagempa," sebut Staf Operasional Stasiun Geofisika Winangun, Alfa, di Manado.
Gempa tektonik tersebut dirasakan di Kotamobagu,Ternate, Tobelo II-III MMI, Bolaang Mongondow Timur, Kota Manado, Tondano (Kabupaten Minahasa), dan Minahasa Utara II MMI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.