367.064 Penerima Bansos Jateng Terindikasi Judol
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/bmkg.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi bahwa pada 2020 tidak terindikasi akan terjadi El- Nino kuat mengacu hasil monitoring dan analisis dinamika atmosfer.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan hal itu juga sesuai dengan hasil prediksi NOAA dan NASA Amerika Serikat serta JAMSTEC Jepang.
"Hal ini menandai tahun 2020 nanti diperkirakan tidak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di wilayah Indonesia," katanya dalam siaran pers, Selasa (22/10/2019).
Menurutnya, curah hujan akan cenderung sama dengan pola iklim normal serta musim kemarau umumnya akan dimulai pada bulan April - Mei hingga Oktober 2020.
Untuk wilayah di dekat ekuator seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Riau, imbuhnya, musim kemarau pertama akan dimulai pada Februari - Maret 2020, sehingga tetap perlu diwaspadai untuk potensi kondisi kering yang dapat berdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Untuk tahun ini, Dwikorita menambahkan El - Nino lemah telah berakhir pada bulan Juli 2019, dan kondisi netral masih berlanjut hingga di penghujung tahun 2019.
Dia menjelaskan fenomena yang saat ini sedang terjadi adalah rendahnya suhu permukaan laut daripada suhu normalnya yang berkisar antara 26 - 27 derajat celcius di wilayah perairan Indonesia bagian selatan dan barat, sehingga berimplikasi pada kurangnya pembentukan awan di wilayah Indonesia.
“Dengan adanya fenomena tersebut, mengakibatkan awal musim hujan periode 2019/2020 mengalami kemuduran, dan sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada November, kecuali untuk wilayah Sumatra dan Kalimantan yang dimulai sejak pertengahan Oktober 2019,” tegasnya.
Dwikorita mengimbau agar perlu mengoptimalkan usaha menjaga cadangan air melalui optimalisasi manajemen operasional air waduk saat musim penghujan dan melalui gerakan memanen air hujan.
Teknologi Modifikasi Cuaca dapat diterapkan sebagai alternatif pada saat peralihan kedua musim tersebut, terutama bagi wilayah yang rawan kekeringan dan karhutla.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4%, pertama sejak Juli 2023, di tengah tekanan inflasi dan harga energi AS.
KA Bandara YIA resmi dikelola KAI Commuter mulai 17 September 2026. Tarif dan jadwal tetap, tetapi kanal pembelian tiket berubah.
Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda muncul dalam materi Forum PBB di Bangkok yang membahas tambang nikel dan dampak lingkungan. Ini konteksnya.