Bulog Salurkan Beras dan Minyak Goreng untuk Korban Gempa NTT
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Ilustrasi aplikasi Facebook/The Guardian
Harianjogja.com, MATARAM - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Buin Baru, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Maharani binti Marzuki (30), yang 11 tahun dianggap hilang di Suriah akhirnya ditemukan. Ia ditemukan melalui akun Facebook rekannya.
"Awal mengetahui keberadaan kakak ipar saya itu, dari akun Facebook atas nama Arsi yang memajang foto Maharani sekitar Agustus 2019," kata adik ipar Maharani, Sandy Farboy, kepada di Bandara Internasional Lombok (BIL) saat menunggu kedatangan Maharani, Sabtu (21/9/2019) malam lalu.
Mengetahui foto itu, dia kemudian mencoba memberikan pesan kepada pemilik akun Facebook itu, namun satu pekan tidak dijawab. Dia lalu berinisiatif menghubungi melalui pesan semua rekan dari pemilik akun itu.
Akhirnya, dia mendapatkan nomor pemilik akun itu yang dilanjutkan dengan mencoba menghubungi melalui WhatsApp. "Tidak tahunya dibalas oleh Arsi hingga diketahui kronologi sampai dipajang di Facebook itu," kata Sandy.
Pemilik akun itu menjelaskan awal bertemu dengan Maharani saat berada di salah satu toko di Suriah. Kemudian menanyakan kepada Maharani apakah berasal dari Indonesia yang kemudian dibenarkan Maharani. "Ternyata keduanya sama-sama dari Nusa Tenggara Barat," tambah Sandy.
Dari sana diketahui bahwa Maharani kehilangan kontak dengan keluarganya sejak 2008 dan meminta rekannya Arsi memajang foto dia di Facebook karena Maharani tidak mempunyai akun Facebook.
Sandy kemudian meminta tolong kepada Tim Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Riyadh, Arab Saudi, Agus Gia. "Alhamdulillah akhirnya ditemukan juga setelah 11 tahun hilang kontak," kata Sandy.
Adik kandung Maharani, Maharina, menyebutkan kakaknya itu berangkat ke Suriah pada 2008, melalui salah satu perusahaan tenaga kerja.
Pada 2008, sempat menghubungi bapaknya di Sumbawa yang menyebutkan Maharani sudah tiba di Suriah. Setelah itu, putus kontak sama sekali, kata Maharina.
Keluarga sempat patah semangat mencari Maharani sampai-sampai menganggapnya sudah meninggal dunia mengingat konflik di Suriah. "Alhamdulillah kakak saya berhasil ditemukan," kata Maharina.
Kedua orang itu mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, DPLN SBMI dan perwakilan SBMI Kota Mataram yang telah membantu menemukan kakaknya yang saat ini sudah berada di Jakarta.
Saat ini, Maharina dan suaminya Sandy Farboy menanti kedatangan sang kakak untuk membalas kerinduan yang sudah lama terpendam, demikian pula orang tua dan kerabatnya di Sumbawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
PSS Sleman imbang 1-1 Persita dalam uji coba. Pieter Huistra menilai fisik, taktik, dan mental pemain menunjukkan progres.
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
Pidato Prabowo 14 Agustus 2026 memuat RAPBN 2027, renovasi puskesmas, sekolah, bursa komoditas, energi surya hingga motor listrik.
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram
BRIN mematangkan N219 dan N219A untuk mendukung visi ambulans terbang Prabowo, termasuk evakuasi medis di wilayah sulit.