Modifikasi Cuaca Hasilkan Hujan di Kalimantan

Agne Yasa
Agne Yasa Jum'at, 20 September 2019 22:27 WIB
Modifikasi Cuaca Hasilkan Hujan di Kalimantan

Karhutla di Kalimantan/BNPB

Harianjogja.com, JAKARTA—Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Kalimantan mulai menghasilkan hujan pada Jumat (20/9/2019).

Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatinmas BNPB), mengungkapkan pesawat Cassa 212 - 200 terbang dari Palangkaraya untuk menyemai awan dengan garam NaCl sebanyak 800 kg di atas wilayah Pulang Pisau Kalimantan Tengah. 

"Pada sore sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi hujan deras selama kurang lebih 30 menit di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dan Martapura, Kalimantan Selatan. Kota Palangka dan Bandara hujan deras," ujar Agus melalui keterangan resminya. 

Agus menambahkan Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang juga hujan. Lebih lanjut, katanya, pada waktu Jumat siang tadi juga disemai garam sekitar 800 kilogram di sekitar Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang.  

"Kota Pontianak kabut asapnya lumayan pekat. Semoga juga bisa hujan," katanya. 

Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan mulai ada awan potensial hujan di wilayah Kalimantan.

Operasi TMC akan terus dilanjutkan dan diintensifkan untuk menghasilkan hujan agar karhutla dapat padam dan langit segera bersih kembali.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo juga melakukan kunjungan kerja di Kalimantan untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung dengan baik. 

Dalam perjalanan dengan Helikopter dari Banjarmasin ke Palangkaraya beliau mendokumentasikan hutan dan lahan yang terbakar.

Terlihat dari pola karhutla bahwa hutan dan lahan sengaja dibakar, terlihat dari pola yang teratur dan hanya membakar di luar daerah perkebunan. Lahan juga dekat dengan perkebunan yang sudah ada. BNPB juga mengunjungi puskesmas yang merawat anak yang terkena ISPA karena dampak asap karhutla.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online