Paus Leo XIV Kunjungi Spanyol, Soroti Migrasi dan Perdamaian
Paus Leo XIV memulai kunjungan sepekan ke Spanyol dengan agenda migrasi, perdamaian, dialog, dan bertemu para migran di Canary.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (10/5). ANTARA FOTO/Reno Esnir
Harianjogja.com, SEMARANG-- Pendidikan menjadi salah satu fokus perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Salah satu buktinya, ia menyiapkan anggaran pendidikan Rp1 triliun lebih untuk menggratiskan sekolah bagi siswa-siswi miskin di Jateng.
"Sekarang sedang dibahas anggarannya, mudah-mudahan lancar. Kami ingin menjamin mereka yang benar-benar miskin, kami pastikan sekolahnya gratis," kata Ganjar usai mengikuti dialog terbuka terkait pelayanan dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah di kantor PWI Jateng, Semarang, Rabu (14/8/2019).
Menurut Ganjar, program sekolah gratis bagi siswa-siswi miskin tersebut akan dimulai pada 2020.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa yang menjadi prioritas sekolah gratis di Jateng adalah siswa-siswi miskin sebab pelajar yang orang tuanya tergolong mampu, maka tidak perlu digratiskan.
"Orang mampu kok dibantu, apa tidak salah? (sekolah gratis) kami prioritaskan untuk siswa miskin terlebih dahulu," ujarnya.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jateng, lanjut Ganjar, pihaknya tidak hanya fokus ke siswa tapi juga tenaga pendidikan.
"Jawa Timur dan Jawa Barat itu guru honorernya belum UMK lho gajinya, Jateng honorer SMA/SMK sudah semuanya UMK, jadi not bad-lah\'," katanya.
Selain untuk menggratiskan biaya sekolah bagi siswa miskin, penambahan anggaran pendidikan juga untuk mendukung program pemerintah dalam memfavoritkan semua sekolah sehingga nantinya, anggaran itu digunakan untuk menambah sarana prasarana sekolah-sekolah pinggiran agar setara dengan sekolah perkotaan.
"Jadi kalau Pak Mendikbud bilang tidak boleh ada sekolah favorit, maka jalan satu-satunya adalah memfavoritkan semua sekolah. Nah anggaran itu nanti kami gunakan untuk itu," ujarnya.
Ganjar menyebutkan, banyak sekolah yang terletak di daerah pinggiran Jateng masih kekurangan sarana prasarana.
"Kalau di sekolah maju ada perpustakaannya, di sekolah pinggiran harus ada. Kalau di sekolah maju bisa mengakses teknologi informasi dengan mudah, ya di sana juga harus mendapatkan hal yang sama. Kalau semua sudah berjalan, maka akan lebih mudah dan tidak ada lagi sekat antara sekolah pinggiran dengan perkotaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Paus Leo XIV memulai kunjungan sepekan ke Spanyol dengan agenda migrasi, perdamaian, dialog, dan bertemu para migran di Canary.
Gempa magnitudo 3,5 di Cianjur tidak menimbulkan kerusakan. BPBD memastikan kondisi aman, warga diminta tetap waspada.
Prabowo Subianto motivasi siswa Sekolah Rakyat di Bali agar tidak menyerah meski diejek dan tetap fokus belajar.
Usulan pajak nol persen impor suku cadang pesawat dinilai bisa tekan biaya operasional maskapai hingga 5 persen.
Bulog DIY percepat distribusi beras dan Minyakita. Stok capai 244 ribu ton, harga pangan di Jogja tetap stabil.
Harga telur ayam terus turun hingga Juni 2026. Pemerintah siapkan langkah menjaga peternak tetap untung dan harga tetap terjangkau.