Dipakai 1,5 Miliar Pengguna, Tik Tok Jadi yang Terpopuler setelah Whatsapp & Messenger
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Capture video tukang jagal yang ditendang sapi kurban (Instagram-@_infocegatansolo)
Harianjogja.com, SOLO – Iduladha yang menjadi hari penyembelihan hewan kurban banyak memunulkan kisah unik. Di Solo, seorang tukang jagal ditendang sapi kurban yang hendak disembelih.
Salah satu video viral itu diunggah pengelola akun Instagram @_infocegatansolo, Minggu (11/8/2019). Video viral tersebut memperlihatkan kisah tragis yang dialami si tukang jagal lantaran wajahnya ditendang sapi kurban yang hendak disembelihnya. Awalnya, pria tersebut hendak memasang tali untuk mengikat kaki belakang sapi kurban.
Sapi kurban itu beberapa kali menggerakkan kepala dan mengibaskan ekornya. Beberapa detik kemudian, sapi tersebut menendangkan kakinya ke samping dan mengenai wajah si tukang jagal berambut putih itu.
Tendangan kuat yang begitu mendadak itu membuat si tukang jagal jatuh terlentang. Beberapa orang di sekitar lokasi tersebut langsung mengangkat tubuhnya menjauh. Beruntung, nyawa tukang jagal yang bernama Abdul Rahim itu tertolong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.