Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mencoba salah satu alat di Laboratori Terhubung berbasis teknologi simulasi canggih yang dilengkapi kemampuan Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR), di UGM, Rabu (28/11/2018)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan rektor asing akan diundang memimpin perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“Saya selama jadi menteri melihat pertumbuhan perguruan tinggi menuju pada kualitas itu masih jauh dari apa yang kami harapkan. Kami melihat di dalam negeri sudah mulai makin baiklah, tetapi apabila kami bandingkan dengan perguruan tinggi dari luar negeri, ternyata kita jauh lebih rendah,” ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Dengan adanya sumber daya dosen asing, akan terjadi kolaborasi dan berbagi masukan yang bisa bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Ternyata di luar negeri pertama “resource”-nya [sumber daya] dosennya. Kalau dosen sifatnya homogen tidak akan maju, dan rata-rata perguruan tinggi di Indonesia sifatnya hampir homogen,” kata dia.
Sementara, di perguruan tinggi di luar negeri, tenaga atau dosen asing sudah ikut terlibat dan menjadi dosen serta meneliti bersama-sama.
“Dosen asing masih kurang [di Indonesia], kalau bisa 30 hingga 40 persen dari orang asing supaya kolaborasinya makin baik,” ujar dia.
Nasir mengatakan Kemenristekdikti akan menyampaikan masalah pendanaan untuk rektor asing tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Regulasi pelaksanaannya juga akan diatur dengan skema tertentu.
“Banyak peraturan yang berbenturan akan kami perbaiki dan nanti akan kami usulkan kepada presiden,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.