Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
SBY menyaksikan atribut Partai Demokrat yang rusak (Instagram @aniyudhoyono)
Harianjogja.com, JAKARTA — Manuver Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dikritik para pendiri dan senior partai itu, khususnya selama Pemilu 2019. Mereka menilai SBY hanya memikirkan kepentingan keluarga melalui Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hal ini disampaikan Hengky Luntungan, pendiri dan anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).
Henry menyebutkan beberapa hal yang disebutnya sebagai pelanggaran SBY terhadap AD-ART partai sejak menjabat ketum di periode pertama. Di antaranya, membuat jabatan struktur yang bukan hasil kongres, membuat Konvensi Presiden untuk Pemilu 2014 tetapi tidak dijalankan, dan memutuskan posisi Partai Demokrat menjadi partai netral, sehingga para caleg mendapatkan serangan dari rakyat.
Sementara di periode kedua, Henry mengkritik pembuatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk alat pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 yang ternyata gagal. Dia juga mengkritik dan manuver SBY yang gagal mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019 serta tampak hanya memikirkan kepentingan keluarga agar AHY bisa jadi ketum secara aklamasi atau menteri Jokowi.
Dia pun mendorong DPP Partai Demokrat menggelar kongres atau kongres luar biasa selambat-lambatnya September 2019. Henry menjelaskan beberapa alasan pihaknya mendorong percepatan kongres atau kongres luar biasa, serta mengungkap "dosa-dosa" SBY terhadap Partai Demokrat.
"Hasil kerja SBY pade periode pertama gagal dari [perolehan suara] 20,40 persen menjadl 10,19 persen, atau suara hilang 50,05 persen. Pada periode kedua gagal lagi, menjadi 7,77 persen atau suara hilang 61,91 persen," ungkapnya.
Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Sahat Saragih, anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat lainnya, menjelaskan pihaknya memberikan kesempatan bagi AHY untuk maju sebagai ketua umum di samping wacana calon dari eksternal partai.
"Di sini itu ada juga para jenderal di Partai Demokrat, para senior juga. Tokoh muda kita ada AHY. Kepentingan para deklarator itu siapapun sebagai pemenang kongres yang dipercepat akan didukung oleh kita," ujar Sahat.
"Tapi bagi pendiri dan deklarator Partai Demokrat, tentu lebih ingin internal Demokrat. Tapi kalau internal ini belum mampu, tentu Demokrat akan melihat sosok di luar sana yang berjiwa Partai Demokrat itu bisa," tambahnya.
Menurutnya, sudah saatnya SBY pensiun sebagai ketum. Tetapi sebagai gantinya, Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mengusulkan untuk menempatkan SBY sebagai calon tunggal Ketua Dewan Pembina Partai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.