Fakta Baru! Polisi Sebut Sopir Taksi Lalai dalam Tragedi KRL Bekasi
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Sebuah helikopter komersil jatuh di Sulawesi Tenggara, Jumat (20/4/2018) pagi./BNPB
Harianjogja.com, JAYAPURA--Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) menghentikan sementara pencarian terhadap helikopter MI 17 yang hilang kontak akibat cuaca buruk.
"Proses pencarian melalui udara hari ini, Selasa terhadap helikopter MI 17 dihentikan sementara pada pukul 14.00 WIT dengan pertimbangan cuaca yang tidak memungkinkan," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Dax Sianturi di Jayapura, Selasa (2/7/2019).
Sedangkan, lanjut dia, pencarian melalui darat tetap dilakukan sampai dengan pukul15.00 WIT. Dia menjelaskan, kegiatan pencarian pada hari ke lima dilaksanakan dimulai pada pukul 08.00 WIT
Pencarian melalui udara dengan melibatkan dua unit helly bell 412 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA 5177 dan HA 5185. Selanjutnya, satu unit pesawat CN 235 milik TNI AU sebagai supporting flight. Kemudian, satu unit helly Bell 206 (PK IWD) perbantuan penerbangan sipil.
Helly Bell 206 PK IWD, kata dia, melaksanakan dua kali penerbangan pencarian (searching flight) pada radius 5 - 20 mile dari titik lost contact/hilang kontak dengan rata-rata waktu terbang 90 menit dalam setiap penerbangan.
Kemudian, helly Bell 412 milik TNI AD dengan nomor registrasi 5185 melaksanakan satu kali penerbangan pencarian (searching flight) pada radius 5 - 20 mile dari titik lost contact dengan waktu terbang sekitar 40 menit.
Helly Bell 412 milik TNI AD nomor registrasi 5177 melaksanakan satu kali penerbangan pencarian (searching flight) di sekitar Gunung Mol dengan waktu terbang sekitar 60 menit.
"Pesawat CN 235 melakukan supporting flight sebanyak 1 sorty dari Sentani menuju Oksibil dengan membawa persedian avtur dan ransum tempur untuk kepentingan kegiatan SAR," katanya.
Ia menambahkan, sedangkan pencarian melalui darat dilakukan oleh Tim SAR darat dengan kekuatan 100 orang satu SSK menyisir tiga wilayah. "Tim darat menyisir di Distrik Oskob di sekitar Kampung Mimin dan ketinggian Gunung Mol," tambah dia.
Helikopter MI 17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak sejak Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 11.49 WIT. Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.
Jogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di JEC, dihadiri ribuan peserta dan dorong literasi keuangan inklusif berbasis generasi muda.