Solo Perketat Acara Pernikahan di Tengah Pandemi Covid-19, Musik Boleh tapi Penyanyi Dilarang Tampil
Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo mengizinkan hajatan di hotel maupun gedung pertemuan, namun dengan kuota terbatas.
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menunjukkan jari telunjuk sesuai memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 di TPS 28, Pucangsawit, Jebres, Solo, Rabu (17/4/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)
Harianjogja.com, SOLO—F.X. Hadi Rudyatmo mengaku ogah dicalonkan lagi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solo pada periode 2020-2025. Rudy, sapaan akrabnya, mengaku sudah lelah memimpin partai berlambang moncong putih itu selama empat periode (2000-2020).
“Aku emoh [tidak mau]. Aku wis ora arep nyalon [saya sudah tidak mau mencalonkan]. Sudah 20 tahun jadi Ketua DPC. Saya enggak pernah mencalonkan, tapi dicalonkan oleh teman-teman. Hidup saya total 43 tahun untuk partai, dari tingkat bawah. Wis kesel. Biar yang [kader] lain saja. Jadi pembantunya Ketua DPC ya boleh. Saya tak genti leren (gantian beristirahat),” kata dia, kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).
Rudy mendukung siapapun kader PDIP untuk menjadi Ketua DPC di kandang banteng itu. Namun, calon tersebut harus memiliki loyalitas terhadap pimpinan partai dan partai. Selain itu, juga wajib merintis karir di jenjang struktural kepartaian. “Syarat itu ada di dalam juklak-juknis [petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis]. Karir di struktural kepartaian itu penting,” ucapnya.
Teknis pemilihan, sambung Rudy, setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) mencalonkan usulan nama-nama Ketua DPC pada rapat kerja cabang (rakercab) yang digelar Selasa malam. Hasil usulan dari PAC itu kemudian diserahkan pada Ketua DPC dan jajarannya periode saat ini. “Ketua DPC dan jajarannya yang menentukan nama-nama calon ketua yang dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat [DPP]. DPP kemudian memberikan rekomendasi calon ketua pada konferensi cabang [konfercab],” jelas Wali Kota Solo itu.
Pada rakercab tersebut juga muncul nama-nama yang akan dicalonkan menjadi ketua PAC. Baik calon ketua PAC maupun calon ketua DPC akan dibahas pada Kongres V PDIP di Bali pada 8 Agustus mendatang. Pada periode 2015-2020, Rudy kembali terpilih menjadi Ketua DPC PDIP Kota Solo. Sementara PAC Laweyan dipimpin oleh Yugo Agung dan PAC Pasar Kliwon diketuai Ekya Sih Hananto. Ketua PAC Jebres, Honda Hendarto, Ketua PAC Banjarsari, Djoko Santosa, dan Ketua PAC Serengan, Ronny Kamtoro.
Dihubungi terpisah, Ekya menyampaikan musyawarah anak cabang (musancab) Pasar Kliwon berlangsung Selasa sore. “Selasa sore kami rapat dan nama ketua DPC yang dicalonkan harus sudah ada untuk rakercab malam harinya. Begitu juga untuk nama calon ketua PAC periode selanjutnya. Saya serahkan kepada kuorum dan jajaran pengurus anak cabang, apakah saya dicalonkan lagi atau tidak. Musancab PAC lain se-Solo juga serentak Selasa ini,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo mengizinkan hajatan di hotel maupun gedung pertemuan, namun dengan kuota terbatas.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.