Harga Cabai Rawit di Temanggung Naik Jadi Rp65.000 per Kg
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.
Ilustrasi kebakaran/Ist-Okezone
Harianjogja.com, LANGKAT--Sebanyak 12 liang lahat yang bersusun secara berdampingan telah disiapkan bagi para korban kebakaran pabrik korek api (mancis) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pantauan Antara di lokasi perkuburan muslim di Desa Sambirejo, Minggu (23/6/2019), menunjukkan ke-12 liang lahat yang juga dapat digunakan sebagai lokasi perkuburan massal itu sudah selesai digali.
Ke-12 liat lahat tersebut bersusun berdampingan satu sama lainnya.
Sebelumnya tujuh jenazah korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga di pemakaman umum yang ada di kawasan itu.
"Sudah dikebumikan di pemakaman umum setempat," kata petugas Badan penanggulangan Bencana Daerah Langkat, Sugiono, di Sambirejo, Minggu (23/6/2019).
Pemakanan yang dilakukan pada Sabtu (22/6/2019) malam hari, setelah ketujuh jenazah diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara menuju ke Desa Sambirejo Kecamatan Binjai.
Sebelumnya di Sambirejo petugas sudah mempersiapkan tujuh lubang untuk pemakanan para korban yang sudah teridentifikasi, yakni Syaifa Oktaviana, 9; Sahmayanti, 22; Rina, 15; Bisma Syahputra, 3; Runisa Syaqila, 2; Vinkza Parisyah, 10; dan Zuan Ramadhan, 6.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.