Xi Jinping Bertemu Modi, Tegaskan China-India adalah Mitra
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Foto ilustrasi kebakaran. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang warga bernama Suharti (53 tahun) meninggal dunia akibat kebakaran hebat yang melanda rumah dan kontrakan di Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu sore (26 April 2026). Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 17 unit mobil dan 85 personel untuk padamkan si jago merah.
Kepala Seksi Operasional Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid mengonfirmasi identitas korban tersebut. "Korban meninggal dunia atas nama Suharti jenis kelamin perempuan usia 53 tahun," katanya di Jakarta, Minggu.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik atau arus pendek di Jalan H Umar, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung. Laporan diterima pukul 15.50 WIB, dan operasi pemadaman dimulai pukul 15.59 WIB hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 17.12 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari atap kontrakan yang terkunci. Saat petugas mendekat, kobaran semakin membesar sehingga warga segera hubungi pemadam kebakaran. Luas lahan terbakar mencapai sekitar 80 meter persegi meliputi rumah dan beberapa unit kontrakan.
Jakarta menghadapi ancaman serius terkait kerentanan kebakaran di permukiman padat penduduk yang dipicu oleh kombinasi antara tata kota yang semrawut dan keterbatasan infrastruktur keselamatan.
Di banyak wilayah, bangunan semipermanen yang berdiri berhimpitan dengan material mudah terbakar menciptakan efek domino yang mempercepat perambatan api hanya dalam hitungan menit. Kondisi ini diperparah oleh jaringan kabel listrik yang saling silang tidak beraturan dan penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar, yang sering kali menjadi pemicu utama korsleting listrik di kawasan hunian padat.
Tantangan terbesar dalam penanggulangan bencana ini adalah sulitnya akses bagi petugas pemadam kebakaran untuk mencapai titik api akibat gang-gang yang sangat sempit dan minimnya sumber air atau hidran yang berfungsi. Dalam berbagai peristiwa, keterlambatan penanganan sering terjadi bukan karena respons petugas yang lambat, melainkan karena kendala geografis permukiman yang menghambat mobilitas armada besar.
Oleh karena itu, mitigasi berbasis komunitas dan peningkatan kesadaran warga mengenai keamanan instalasi listrik menjadi kunci utama untuk menekan risiko kebakaran yang terus mengintai ibu kota, terutama di tengah kepadatan penduduk yang semakin meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.