Raih 1.900 Prestasi, SMA Trensains Sragen Lolos Sekolah Garuda
SMA Trensains Muhammadiyah Sragen lolos Program Sekolah Garuda Transformasi bermodal 1.900 prestasi nasional dan internasasional.
Petugas TKSK Tangen dan Perangkat Desa Dukuh mengunjungi keluarga bermobil tetapi rumahnya ditempeli stiker Keluarga Miskin di Dukuh, Tangen, Sragen, Jumat (21/6/2019). (Solopos-Tri Rahayu)
Harianjogja.com, SRAGEN--Sebuah stiker "Keluarga Miskin" tertempel di sebuah rumah mewah di Sragen. Bahkan rumah tersebut juga dilengkapi dengan mobil pribadi di halaman.
Sebuah mobil Toyota Rush berwarna silver metalik parkir di depan rumah Sukanti yang terletak di Dusun Dukuh RT 003, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, Jumat (21/6/2019) siang. Rumah bercat putih dengan kusen jendela dan pintu yang dimilamin dengan warna cokelat muda berdiri di dekat simpang empat dusun itu.
Kanopi beratap galvalum dengan penyangga besi terlihat di bagian depan rumah. Terasnya masih berupa plesteran adukan semen dan pasir namun di bagian dalam rumah sudah berkeramik dengan ukuran 60x60 cm.
Siang itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tangen Widowati didampingi Kaur Umum Desa Dukuh Ahmad Harun dan Kaur Perencanaan Desa Dukuh Yuyun Candrasari datang dengan mengendarai motor. Motor mereka diparkir di tempat yang teduh di pinggir jalan di samping rumah Sukanti.
Ahmad Harun mengetuk pintu yang terbuka. Sementara petugas lainnya mengecek stiker belatar belakang kuning dengan tulisan “Keluarga Miskin Desa Dukuh Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen” yang menempel di dinding rumah Sukanti. Stiker itu agak mengelupas bagian atas, Yuyun berusaha merekatkan kembali.
Ya, nama Sukanti tertulis sebagai nama kepala keluarga (KK) penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dalam stiker itu dengan empat orang anggota keluarga. Sukanti pun keluar rumah setelah mendengar ketukan pintu Harun. Dalam kunjungan itu Harun menjelaskan ingin mengecek pemasangan stiker “Keluarga Miskin” di rumahnya.
“Saya memang sudah lama dapat bantuan dari pemerintah sejak masih bantuan beras. Ditempeli stiker ya senang saja karena dapat bantuan. Kalau sewaktu-waktu dilepas dan tidak dapat bantuan ya anggap bukan rezeki saja,” ujarnya saat ditanya Solopos.com yang saat itu ikut bergabung dalam timnya Widowati.
Sukanti mengaku suaminya bekerja pelihara ayam potong sebanyak 11.000 ekor. Ia menerangkan usaha ayam itu sudah lama dan jatuh bangun. Sukanti mengungkapkan mobil Toyota Rush itu dibeli dari hasil pinjaman.
“Mobil utangan itu. Ya, buat transportasi ke sana ke mari berkaitan dengan pembuatan blower untuk usaha ayam itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
SMA Trensains Muhammadiyah Sragen lolos Program Sekolah Garuda Transformasi bermodal 1.900 prestasi nasional dan internasasional.
Prabowo menyebut Indonesia kini mampu meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan dunia dan mendorong industrialisasi bersama negara BRICS.
Kelok 23 Kretek–Girijati mulai uji coba 14 September 2026. Simak jam operasional dan jenis kendaraan yang boleh melintas.
PKB DIY mulai menyiapkan mesin organisasi menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat struktur, infrastruktur pemenangan, dan branding partai.
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
Jelang World Rabies Day, Mirjawal mengingatkan pentingnya mencuci luka dan segera ke fasilitas kesehatan setelah gigitan atau cakaran hewan.