Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo-Sandiaga mengaku disernag berbagaii fitnah sepanjang 2018.
Refleksi akhir tahun 2018 Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno berisi curhat mengenai serangan lawan-lawan politik selama tiga bulan berkampanye untuk Pilpres 2019.
Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo – Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengklaim serangan politik yang diterima patronnya erat terkait politik identitas.
Padahal, kata dia, Prabowo memilih Sandiaga sebagai cawapres untuk meredam potensi politik identitas karena sang rival, Capres nomor urut 1 Jokowi memilih seorang kiai sebagai pasangan, yakni Maruf Amin.
Meski begitu, Dahnil menuturkan Prabowo tetap menjadi sasaran berbagai isu politik identitas hingga SARA. Salah satunya ialah, tudingan terdapat kepentingan politik di balik Ijtimak Ulama—musyawarah sejumlah ulama politis—yang mendukung Prabowo – Sandiaga.
Belum lagi aksi Reuni Akbar 212—eks demonstran anti-Ahok—yang dinilai banyak pihak sebagai demonstrasi politik Prabowo – Sandiaga. Tak hanya itu, Prabowo juga sempat diisukan tidak bisa menjadi imam salat.
”Bahkan, Prabowo kerap diisukan sebagai pendukung kelompok yang menginginkan sistem khilafah di Indonesia. Muncul lagi isu Prabowo mendukung kaum Yahudi karena mengomentari pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Jerusalem,” keluhnya.
Termutakhir, sambungnya, serangan politis terhadap Prabowo saat sang capres ikut berjoget merayakan Natal 2018 bersama keluarga.
"Menurut kami, fitnah seperti ini harus dihentikan. Sejak awal, Prabowo dan Sandiaga menjadi peserta Pilpres 2019 hendak membawa isu ekonomi, politik, budaya dan sebagainya. Tapi tak pernah masuk menyerang pribadi, apalagi berlatar SARA.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.