Advertisement
PMI Bangun Klinik Lapangan di Lokasi Terdampak Gempa dan Tsunami Sulteng
Klinik lapangan PMI di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Pantai Barat Donggala. - Ist/PMI
Advertisement
Harianjogja.com, PALU-Palang Merah Indonesia (PMI) membangun Klinik Lapangan untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di lokasi yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Salah satu titik lokasinya berada di wilayah yang terdampak cukup parah dan merupakan daerah episenter gempa yaitu di desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Pantai Barat Kabupaten Donggala.
Advertisement
Dilokasi ini, dilaporkan sejumlah fasilitas kesehatan rusak dan tidak berpungsi lagi, salah satunya pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tompe yang terkena dampak dan mengalami kerusakan cukup parah.
"Pendirian Klinik lapangan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar darurat khususnya kepada para pengungsi yang terdampak parah diwilayah Tompe, Sirenja ini, terlebih untuk memfungsikan kembali pelayanan puskesmas dilokasi ini," kata Iwan Ridwanudin, Koordinator Pelayanan Klinik kesehatan darurat di Palu seperti dalam rilisnya, Senin (15/10/2018).
BACA JUGA

Menurut Iwan, Klinik lapangan ini akan berfungsi sebagaimana halnya puskesmas, dimana dalam pelayanannya ada fasilitas 24 jam yang terdiri instalasi gawat darurat, ada rawat jalan dan pelayanan rawat inap.
"Selain itu ada juga ada pelayanan buat kontrol kehamilan, poli melahirkan normal, kontrol tumbuh kembang, menyusui, kesehatan masyarakat dan imunisasi sebagaimana halnya di puskesmas pada umumnya," tambah iwan.
Hal senada juga diungkapkan Kasubdiv Kesehatan Darurat PMI Pusat Istianasari. Ia mengatakan, pelayanan kesehatan darurat klinik lapangan ini untuk kembali mengaktifkan layanan puskesmas yang terkena dampak bencana sehingga belum berfungsi optimal karena terdampak gempa.
Dalam pelaksanaanya, pihaknya menerjunkan sejumlah Tenaga Medisnya yang terdiri dari dokter umum dan spesialis, selain itu dibantu dengan tenaga perawat dan bidan, apoteker yang akan membantu dalam proses layanan kesehatan disini. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan Tim Psikososial yang akan memberikan pendampingan dukunan psikososial dalam pelayanan disini.

Disinggung mengenai antisipasi potensi penyakit pasca bencana dan mulai datangnya musim penghujan, pihaknya sudah mengantisipasi hal ini, dan akan meningkatkan segi pelayanannya dengan melakukan promosi kesehatan dan kebersihan kepada sejumlah pengungsi yang masih menempati tenda pengungsian.
"kita berharap kedepannya pelayanan disini akan terintegrasi antara pelayanan kesehatan serta tindakan preventif lainya melalui promosi kesehatan kepada para pengungsi," ungkap Istianasari.
Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pelayanan klinik keliling mobile clinic untuk menjangkau beberapa wilayah terisolir akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pelayanan tersebut sebagai respons tindak lanjut untuk memaksimalkan pelayanan PMI dalam rangka operasi tanggap darurat bencana yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Tengah yang meliputi tiga wilayah Sigi, Palu dan Donggala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BTT Bencana Bantul 2026 Rp5 Miliar, Hingga Februari Belum Terserap
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Indonesia Desak Israel Patuhi Gencatan Senjata Gaza
- Aturan Lembur dan Cara Hitung Upah Resmi Menurut PP 35 Tahun 2021
- Delapan Tim Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026
- OJK Siapkan 8 Aksi Reformasi Pasar Modal Nasional
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- KM Maligano Star Tenggelam di Perairan Muna, 28 Penumpang Selamat
- Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 2 Februari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
Advertisement
Advertisement



